Kenapa Selingkuh Itu Enak?

Avatar of PortalMadura.com

SUMENEP (PortalMadura) – Dalam sepekan terakhir ini sudah ada dua kasus perselingkungan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang sempat diliris PortalMadura, yakni karena cemburu, sang istri membacok hidung suami hingga lepas dan terakhir istri mencoba bunuh diri dengan cara mau melompat ke sungai karena suaminya diduga mempunyai perempuan lain.

Terlepas dari melakukan perselingkungan atau tidak pasangan suami-istri (Pasutri) tersebut, atau pernah merasakan nikmatnya selingkuh atau tidak. Namun, jika tidak menemukan sesuatu yang berbeda dan mempunyai arti tersendiri bagi yang merasakan, maka selingkuh itu tidak akan pernah terjadi. Lalu, kenapa?.

Tentu, ada alasan-alasan tertentu, mengapa laki-laki atau perempuan melakukan selingkuh. Alasannya memang macam-macam dan bisa dicari-cari.

1. Untuk Lak-laki, selingkuh itu identik dengan eksistensi diri yang berani menerima tantangan, senang berpetualang dan merasakan sensasi deg-degan yang menegangkan. Makin ‘terancam’ selingkuh itu konon makin menyenangkan.

Untuk perempuan, selingkuh itu sebagai ajang pembalasan atas kelakuan laki-laki. Sebagian besar perempuan yang selingkuh, merasa apa yang dilakukannya wajar-wajar saja karena toh laki-laki juga melakukannya. Ya, sama-samalah istilahnya.

2. Selingkuh bisa mendapatkan apa yang tidak didapat dari pasangannya. Bermacam-macam pengalaman yang didapat. Bisa soal seks, soal kasih sayang, soal kelembutan, soal perhatian, soal kebinalan, soal tantangan dan soal-soal yang kadang-kadang tidak penting.

3. Selingkuh enak karena laki-laki atau perempuan bisa merasakan ‘high-pressure’ yang buat mereka justru adalah sensasi yang menyenangkan dan luar biasa. Padahal resikonya adalah ‘berantakan’ dengan pasangan masing-masing.

4. Pasangan yang selingkuh pada dasarnya adalah ‘sakit jiwa’ saja. Dengan alasan tidak mau hidup dan hubungan yang monoton dan biasa-biasa saja, mereka memilih selingkuh untuk membuat hidup, yang katanya ‘lebih hidup’.

5. Selingkuh sesungguhnya adalah kebodohan. Bodoh kenapa menikah dengan si A, bodoh kenapa pacaran dengan si C, dan bodoh kenapa memilih selingkuh dan tidak menjadi sosok yang setia saja.(halocities/htn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.