Ketahuilah Umat Islam, Ini 5 Keutamaan Surah An-Nisa

Rewriter:Desy WulandariRujukan Okezone.com
Ketahuilah Umat Islam, Ini 5 Keutamaan Surah An-Nisa
Ilustrasi (Bincang Muslimah)

PortalMadura.Com – An-Nisa merupakan surah keempat di dalam kitab suci Alquran yang terdiri dari 176 ayat. Fokus pembahasan berkisar pada perempuan dan memiliki keutamaan tersendiri bagi siapa saja yang membaca surat terpanjang kedua dalam Alquran ini.

Ada beberapa keutamaan membaca surah An-Nisa yang perlu umat Islam ketahui. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com, berikut ini penjelasannya:

Menjauhkan dari Kezaliman

Keutamaan Surah An-Nisa yang pertama yaitu dapat dijadikan doa bagi Muslimin agar terhindar dari segala kejahatan dan bentuk kezaliman. Caranya adalah dengan membacanya secara rutin khusus pada ayat ke-75. Melalui ayat tersebut, Allah SWT berfirman: “Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita-wanita, maupun anak-anak yang semuanya berdoa: ‘Ya Tuhan kami berikanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang zalim penduduknya, dan berilah kami perlindungan dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari siang Kau.” (QS An-Nisa: 75)

Menghilangkan Kejelekan Sebagaimana Api Membersihkan Karat Besi

Selain mencegah kezaliman, Surah An-Nisa juga dapat menghapuskan kejelekan. Sebabnya adalah suatu hari pasca-Perang Uhud, kaum Muslimin sempat terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik.

Maka Allah SWT lantas menurunkan ayat ke-88 An-Nisa yang berbunyi: “Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.” (QS An-Nisa: 88)

Dalam satu riwayat hadis disebutkan bahwa makna dan tafsir dari ayat tersebut adalah Surah An-Nisa Ayat 88 tidak hanya sebagai pengingat bagi kaum Muslimin saat itu, tetapi juga dapat menjadi pelipur lara hingga menghapus kejelekan. Salah seorang sahabat yakni Zaid Radhiyallahu anhu berkata: “Ayat ini menjadi pelipur lara. Ayat ini juga dapat menghilangkan kejelekan sebagaimana api membersihkan karat besi.” (Hadis Jami’ At-Tirmidzi Nomor 2954. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih)

Surat yang Dibaca Nabi Muhammad Ketika Salat Malam

Menurut sebuah riwayat, Rasulullah SAW dalam melaksanakan ibadah salat diketahui pernah membaca Surah An-Nisa’. Hal ini sebagaimana hadis berikut ini: “Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah dari Abu Hamzah bekas budak Al Anshari dari seorang laki-laki dari Bani ‘Absi dari Hudzaifah bahwa dia melihat Rasulullah SAW sholat malam. Lalu dalam salatnya itu, beliau membaca Surah Al Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, Al Maidah, atau Al An’am.” (Hadis Sunan Abu Dawud Nomor 740)

Lima Ayat yang Lebih Disukai Daripada Dunia dan Seisinya

Salah seorang sahabat Nabi yang salih yakni Ibnu Mas’ud mengungkapkan bahwa ia menyukai lima ayat dalam Surah An-Nisa yang melebihi dunia dan seisinya. Kisah tersebut diabadikan dalam sebuah hadis sahih berikut ini: “Dari Ibnu Mas’ud berkata: ‘Sesungguhnya di dalam Surah An-Nisa ada lima ayat yang lebih aku sukai daripada dunia dan seisinya. Kelimat ayat yang dimaksud adalah An-Nisa: 31, An-Nisa: 40, An-Nisa: 48, An-Nisa: 64, An-Nisa: 110.” (Al Mustadrak ‘Alash-Shahihain

Membuat Rasulullah Menangis Saat Dibacakan

Suatu hari Rasulullah SAW meminta Ibnu Mas’ud membacakannya ayat-ayat suci Alquran. Kemudian sahabat yang salih itu membacakan surah favoritnya yakni An-Nisa. Saat sampai ayat ke-41, Nabi Muhammad SAW memintanya berhenti. Ketika ditengok, Ibnu Mas’ud mendapati mata Rasulullah berlinang air mata.

Kisah tersebut juga diabadikan dalam sebuah hadis berikut: “Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Hafsh bin Ghiyats dari Al A’masy dari Ibrahim dari ‘Abidah dari Abdullah ia berkata: ‘Rasulullah SAW berkata kepadaku: Bacakan kepadaku Surah An-Nisa.’ Aku katakan: ‘Apakah aku akan membacakan kepadamu sementara Alquran turun kepadamu?’ Beliau bersabda: ‘Aku senang untuk mendengarnya dari selainku.’ Abdullah berkata: ‘Kemudian aku membacakan Alquran kepadanya hingga sampai pada firman-Nya: ‘(Maka bagaimanakah halnya orang kafir nanti, apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) …’ (An-Nisa: 41) Kemudian aku angkat kepalaku dan ternyata kedua mata beliau telah berurai dengan air mata.” (Hadis Sunan Abu Dawud Nomor 3183)

Wallahu a’lam bishawab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.