oleh

Ketepatan Guru Mengelola Kelas

Oleh : Dania Alvionita*

Suasana sekolah pada umumnya merupakan modal penting bagi jernihnya pikiran untuk mengikuti pelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu keadaaan yang menyenangkan demi meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti kegiatan pelajaran. Upaya mengatasinya, dibutuhkan manajemen kelas yaitu penanganan yang baik agar dalam kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Kelas merupakan suatu tempat dan wadah anak belajar untuk mendapatkan ilmu, berinteraksi dengan teman serta pembentukan pribadi yang baik. Kegiatan belajar siswa yang berada di sekolah diharapkan harus intens untuk berada di kelas. Dalam lingkup kelas terdiri dari siswa yang dapat ditinjau dari cara belajar mereka, karakter siswa, hubungan sosial, kedisiplinan, tanggung jawab dalam proses belajar mengajar.

Guru sebagai pengelola kelas dalam perannya guru hendaknya mampu mengelola kelas. Kelas merupakan lingkungan belajar serta merupakan suatu aspek dari lingkungan sekolah yang perlu dikendalikan dengan baik dan benar. Lingkungan ini diatur dan diawasi agar kegiatan – kegiatan belajar terarah sebagaimana mestinya tujuan dari sebuah tercapainya pendidikan.

Salah satu manajemen kelas yang baik ialah menyediakan kesempatan bagi siswa untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungannya kepada guru sehingga mereka mampu membimbing kegiatannya sendiri, sebagai manajer, guru hendaknya mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal dengan sama rata.

Dalam kelas pasti memiliki problematika ataupun masalah, baik masalah guru terhadap siswa ataupun sebaliknya. Permasalahan yang sering terjadi ialah bagaimana mengelola kelas dengan puluhan siswa serta berbagai macam pemikiran dan karakter yang berbeda. Dalam satu lingkup ruang kelas siswa yang begitu banyak, seorang guru yang mengendalikan kelas, tidak menutup kemungkinan bahwa kelas sangat tidak kondusif.

Hal-hal yang melatarbelakangi tidak kondusifnya suatu lingkup kelas ialah, faktor waktu, ruang, ataupun mata pelajaran. Waktu atau jam kelas pelajaran yang berada di kisaran 12.00 WIB keatas sangat mempengaruhi kondusifnya kelas, mengapa begitu? dalam jam-jam siang merupakan suatu waktu diamana suasana sudah panas, lelah, lapar atau bahkan ngantuk di kelas.

Selanjutnya ruang kelas, sempitnya ruang kelas dan keterbatasan ruang kelas dan banyaknya siswa atau tidak seimbangnya ruang kelas dan siswa dalam kelas tersebut juga mempengaruhi, karena kelas terlihat penuh dan apabila salah satu tidak fokus dan gaduh di kelas jelas akan mempengaruhi satu kelas tersebut.

Mata pelajaran, garis besarnya mata pelajaran tetapi tergantung bab atau materi mata pelajaran tersebut juga dapat mempengaruhi siswa, tetapi hal ini tidak begitu mempengaruhi apabila siswa lebih interaktif dan aktif.

Sebagai pendidik yang mengemban tanggung jawab besar dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), maka pendidik harus memiliki keahlian dalam mengelola dan mengkondisikan kelas secara baik. Jika pendidik tidak mampu mengelola maupun mengkondisikan kelas secara baik, bisa dipastikan tujuan pembelajaran yang telah direncanakan tidak akan optimal dicapai.

Peran pendidik dalam pengelolaan kelas sangat penting, khususnya untuk menciptakan suasana belajar yang menarik. Karena itu, pada prinsipnya pendidik khususnya guru, dalam menjalankan profesinya memegang dua masalah pokok yaitu pengajaran dan pengelolaan kelas. Dalam menjalankan profesinya seorang pendidik sering mengalami masalah bagaimana mengelola kelas, seperti bagaimana menciptakan kondisi yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran sehingga proses pembelajaran bisa berlangsung secara efektif dan efisien demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Karena itu, pengelolaan kelas merupakan aspek pendidikan yang sering dijadikan perhatian khusus oleh pendidik dalam rangka menyampaikan informasi pembelajaran kepada peserta didik. Sebab, pada hakikatnya penyebab kegagalan-kegagalan yang terjadi pada seorang pendidik dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas sering berbanding lurus dengan ketidakmampuan guru dalam mengelola kelas.

Banyak gejala atau indikator kegagalan seorang pendidik dalam mengelola kelas yang berdampak, khususnya pada peserta didik, seperti hasil belajar peserta didik rendah, tidak sesuai dengan tujuan yang di harapkan, bahkan tidak sesuai standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karenanya, pengelolaan kelas merupakan kompetensi yang sangat penting dikuasai pendidik dalam rangka proses pembelajaran.

Kondisi belajar yang optimal dapat dicapai apabila seorang pendidik dapat mengatur peserta didiknya dan mengendalikannya dalam suasan menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dari pendapat tersebut jelas bahwa pengelolaan kelas yang efektif menjadi sebuah prasyarat mutlak untuk terciptanya proses belajar mengajar yang efektif pula.

Pengelolaan …

.
.
Tirto.ID
Loading...

Komentar