oleh

Kisah Inspirasi Seorang Wali yang Dibawakan Emas oleh Ikan di Laut

PortalMadura.Com – Cerita-cerita zaman dahulu yang penuh inspirasi kini perlahan sudah mulai hilang, seiring berjalannya zaman modern yang mana teknologi sudah canggih dan masuk ke dalam dunia anak-anak.

Anak-anak zaman sekarang lebih suka bermain gadget yang berisi game, dari pada membaca buku tentang pelajaran sekolah atau cerita klasik tokoh agama yang sangat bermanfaat sebagai pelajaran hidup. Dan semua ini tidak lepas dari tanggung jawab sebagai orang tua untuk tetap mengontrol lingkungan dan tempat bermain anak-anaknya.

Berikut selengkapnya kisah tentang seorang wali yang bisa di ambil hikmahnya sebagai pelajaran hidup bagi kita, dilansir dari laman Islami.Co, Selasa (29/9/2020):

Seorang wali bernama Malik bin Dinar adalah seorang sufi yang dikenal sebagai murid dari Hasan al Basri. Keilmuannya mereka berdua dalam bidang hadis tidak diragukan lagi. Sebelum menjadi seorang wali ia dikenal orang yang suka berfoya-foya.

Cerita pertobatannya menjadi inspirasi banyak orang hingga sekarang. Namun kisah Malik bin Dinar tidak hanya tentang pertobatannya, ada juga kisah-kisah tentang anehnya. Apalagi sebelum ia dikenal sebagai seorang wali yang memiliki banyak karomah. Salah satu kisah wali yang terkenal dari sosok ini adalah kisahnya ketika berada di lautan.

Suatu hari Malik bin Dinar menaiki sebuah perahu sebagai penumpang. Sebagai penumpang, tentunya harus membayar ongkos. Waktu itu, ia tidak membawa uang sekeping dinar sama sekali ataupun harta lain.

Bayarlah ongkos perjalananmu,” kata pemilik perahu.

Saya tidak mempunyai ongkos,” jawabnya.

Mana ongkosnya,” tanyanya untuk kedua kali sambil melotot matanya.

Saya tidak punya uang,” jawab Malik bin Dinar.

Jawaban tersebut membuat awak perahu marah. Maka dipukulah ia hingga pingsan.

Ketika siuman, awak kapal kemudian bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama. Malik pun tetap menjawabnya dengan hal yang sama, bahwa dirinya tidak mempunyai uang.

Hal tersebut membuat awak kapal marah dan bersepakat mencebur Malik ke laut.

Malik tampak tenang. Saat kepalanya berada dibawah dan kakinya diatas siap-siap diceburkan ke laut, mendadak ada kawanan ikan datang. Yang lebih aneh lagi ikan itu mendongak ke atas dan masing-masing membawa uang dinar berlapis emas. Malik kemudian mengambil uang itu dan kemudian diberikan kepada awak perahu.

Melihat keajaiban itu, para awak menjadi takut dan kemudian meminta ampun. Malik memaafkannya dan kemudian meninggalkan perahu sambil berjalan di atas air laut.

Memang benar kiranya, kisah wali seperti Malik bin Dinar menginspirasi kita semua, agar tidak gampang menyalahkan orang lain. Semoga kisah ini bisa di ambil hikmahnya.

Rewriter : Muthmainnatul Lizamah
Sumber : Islami.Co

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.