oleh

KN SAR Antasena Sisir Laut Sumenep, Tiga Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan

PortalMadura.Com, Sumenep – Kapal Negara (KN) SAR Antasena membantu pencarian tiga korban kapal tenggelam KM Berhasil II di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur.

“Pencarian tiga korban hari kedua ini tidak membuahkan hasil,” terang Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd Rahman Riadi, Selasa (16/2/2021).

KM Berhasil II milik H. Syaiful, warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep itu tenggelam akibat diterjang ombak 3 meter saat menuju Tenggara Pulau Gilingan (dekat Pulau Giliraja), Kecamatan Giligenting, Sumenep, Minggu malam (14/2/2021).

KN SAR Antasena Sisir Laut Sumenep Tiga Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan 2
Lokasi pencarian korban kapal tenggelam pada hari kedua oleh KN SAR Antasena (@portalmadura.com)

KM Berhasil II dengan awak 17 orang. Ke-14 ABK di antaranya sudah dievakuasi dan selamat. Tiga korban dalam proses pencarian. Korban hilang, Harun dan Juma’awam, keduanya warga Desa Lobuk, serta P. Endin, warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Saat ini, kata Abd Rahman Riadi, KN SAR Antasena sedang sandar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. “Usai melakukan pencarian korban langsung sandar. Besok dilanjutkan pencarian,” katanya.

Selain dibantu KN SAR Antasena, pencarian korban kapal tenggelam melibatkan BPBD Sumenep, Polair Polres Sumenep, Syahbandar dan kapal nelayan lokal.

KN SAR Antasena Sisir Laut Sumenep Tiga Korban Kapal Tenggelam Belum Ditemukan 1
Proses pencarian korban kapal tenggelam oleh KN SAR Antasena (@portalmadura.com)

KN SAR Antasena merupakan kapal yang dilengkapi peralatan penyelamatan di wilayah perairan. Salah satu kapal tercanggih yang dimiliki Basarnas.

Baca Juga : KM Berhazil II Digulung Ombak 3 Meter, Tiga Nelayan Hilang 14 Selamat

Baca Juga : Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian Tiga Korban Laka Laut di Sumenep

Baca Juga : Korban Diprediksi di Dasar Laut, Terlilit Jaring Ikan di Kapal Tenggelam

Sebelumnya, KM Berhasil II, milik H. Syaiful, warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mengalami kecelakaan laut akibat cuaca buruk.

Kapal yang membawa 17 Anak Buah Kapal (ABK) itu berangkat dari Pelabuhan Desa Lobuk, pada hari Minggu (14/2/2021) pukul 15.00 WIB menuju Tenggara Pulau Gilingan, Giliraja, Kecamatan Giligenting.

Di tengah perjalanan, kapal tersebut mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk dan mengakibatkan 17 ABK jatuh ke laut. Pada pukul 03.00 WIB, Senin (15/2/2021) kabar kapal tenggelam sudah sampai ke pemilik kapal.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar