oleh

Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 91 Orang

PortalMadura.Com, Jakarta – Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) yang mengguncang Lombok Minggu malam bertambah menjadi 91 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan semua korban tewas itu adalah warga negara Indonesia (WNI).

“Semua WNI, sebagian besar akibat tertimpa bangunan roboh,” tegas Sutopo, Senin, di Jakarta.

Selain itu, kata Sutopo, terdapat 209 orang terluka dan puluhan ribu mengungsi. Sementara ribuan rumah rusak. dilaporkan Anadolu Agency, Senin (6/8/2018).

Sutopo mengatakan sejumlah warga enggan mengungsi ke tanah lapang. Mereka mengungsi di halaman rumah sekaligus menjaga barang-barang.

Menurut Sutopo, wilayah yang berada di atas sesar Flores memang rawan gempa. Sesar itu memanjang dari Flores hingga ke Lombok Utara.

Sutopo juga menegaskan jika gempa tektonik ini bukan berasal dari subduksi pertemuan lempeng Flores dan Indo-Australia, melainkan akibat naiknya sesar Flores yang terjadi karena deformasi batuan ke atas.

Sementara itu Kepala BNPB Willem Rampangilei telah berada di lokasi bencana sejak Minggu malam.

Dia membawa bantuan logistik, peralatan dan 2 unit helikopter untuk penanganan darurat.

BNPB mengirimkan 21 ton bantuan logistik dan peralatan menggunakan pesawat kargo khusus.

Selain itu, hingga saat ini tim evakuasi gabungan yang terdiri dari BNPB, BPBD Provinsi NTB, TNI, polri, Kementerian Kesehatan dan berbagai instansi lainnya masih melakukan penyisiran.

Hingga saat ini listrik di lokasi bencana masih mati. Perusahaan Listrik Negara (PLN) tengah berupaya memulihkan pasokan listrik, khususnya di Lombok Timur dan Lombok Utara.

”PLB berkoordinasi dengan unit PLN Bali dan Jawa Timur untuk tambahan personel, peralatan dan material,” ujar Sutopo.

Gempa bumi berkekuatan 7 skala richter mengguncang Lombok, Minggu malam, pukul 18.46 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami dan mengakhirinya pada pukul 20.25 WIB.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan pusat gempa relatif sama dengan guncangan pada Minggu pekan lalu. Yaitu pada 8,37 derajat Lintang Selatan (LS) dan 116,48 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 15 kilometer (km) berjarak 18 km timur laut Lombok Timur atau di lereng utara timur laut Gunung Rinjani.

Terjadi tsunami kecil pada tiga titik yaitu di Desa Carik setinggi 13,5 sentimeter (cm) Desa Badas 10 cm dan Desa Lembar 9 cm.

“Ini adalah gempa utama dari rangkaian gempa sebelumnya,” ujar dia. (AA)


Tirto.ID
Loading...

Komentar