oleh

Korban Tewas Longsor Sukabumi Sudah 15 Orang

PortalMadura.Com, Jakarta – Petugas dan relawan sudah menemukan 15 orang jenazah korban longsor di Kampung Cimapag Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Diperkirakan, masih ada 20 orang yang hilang dan tertimbun longsor yang terjadi Senin sore lalu.

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan petugas mengalami kesulitan evakuasi karena terhalang medan yang sulit dan hujan deras.

“Jadi evakuasi pada Selasa dihentikan lebih awal karena hujan deras yang membahayakan petugas,” ujar Sutopo dalam siaran persnya, Rabu.

Longsor tersebut menimbun 30 rumah yang dihuni oleh 32 Kepala Keluarga atau 101 jiwa.

Dari mereka yang tertimbun, tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu.

Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor.

“Empat kali longsor susulan sudah terjadi meskipun dengan jumlah longsoran yang lebih kecil,” ujar Sutopo. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (2/1/2019).

Menurut Sutopo, material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan.

Daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi.

Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi.

Peta potensi longsor menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi longsor.

Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan.

Sedangkan peta potensi longsor tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor.

Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personil dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali,” ujar Sutopo. (AA)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.