oleh

KPK Tangkap SDA Bermuatan Politik ?

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, peningkatan status tersangka yang ditetapkan KPK terhadap Surya Dharma Ali (SDA) dengan dugaan kasus korupsi penyelenggaraan haji  tahun 2012/2013 patut di apresiasi. Keberanian KPK dalam penuntasan kasus korupsi di Indonesia mesti kita dukung.

“Saat ini korupsi merupakan musuh nyata Indonesia, langkah KPK dalam penuntasan korupsi di Indonesia akan terhambat tanpa dukungan dari semua pihak mustahil hal tersebut bisa terwujud.” ujar Jajat, dalam rilisnya yang diterima redaksi PortalMadura, Jumat (23/5/2014).

Menurut Jajat, adanya isu peningkatan status SDA sebagai tersangka bermuatan politis mungkin bisa aja hal itu terjadi. Pasalnya ini merupakan tahun pemilu dan tentu akan ada pihak yang dirugikan. Namun, undang-undang jelas sudah mengatur ada asas praduga tak bersalah dan itu bisa dijadikan acuan awal untuk melakukan pembelaan di pengadilan.

Jajat menilai, dilihat dari sudut pandang politik, saat ini ada beberapa pertanyaan di masyarakat mengenai sikap ketua KPK Abraham Samad. Pertama, beberapa waktu lalu sempat beredar nama calon cawapres yang akan di usung oleh salah satu calon cawapres yang berinisial A dari makasar (Abraham Samad). Kedua, Abraham pernah bilang “kebetulan ketemu Jokowi” di bandara Yogyakarta beberapa minggu lalu, tapi akhirnya terungkap ternyata mereka sudah koordinasi. KPK tidak jadi memberikan klarifikasi mengenai sikap Abraham Samad sebagai ketua KPK.

Dalam tahun politik ini semua kejadian dapat saja dikaitkan dengan dalih politisasi. Namun, bagaimanapun penegakan hukum tetap harus dikedepankan terlebih dalam kasus korupsi yang termasuk dalam golongan extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa yang sangat merugikan Negara. Tutup Jajat  tetap harus ditegakkan tanpa pandang bulu.(nia)


Tirto.ID
Loading...

Komentar