KPU: Pemilu Serentak 2019 Siap Namun Terganjal Anggaran

KPU Pemilu serentak 2019 siap namun terganjal anggaran
Ilustrasi. Masyarakat Indonesia mengambil bagian dalam pemilu ulang Pemilihan Presiden Indonesia di Jakarta, Indonesia pada 19 Juli 2014. Pemilu ulang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia karena seorang petugas curang dengan menghancurkan kotak suara yang mengakibatkan kerugian bagi salah satu pasangan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil penghitungan suara pada 22 Juli. (Jefri Tarigan - Anadolu Agency)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengaku sudah siap menggelar Pemilu serentak 2019 namun masih terganjal anggaran.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan KPU sudah mengajukan permohonan anggaran itu kepada Kementerian Keuangan agar dapat digunakan pada Januari 2019.

“Sudah dirancang, sudah diajukan, tapi biasanya baru ada di Februari atau Maret,” ujar Arief, Selasa, dalam diskusi berjudul Kesiapan KPU Menyelenggarakan Pemilu Serentak 2018, di Jakarta.

Arief berharap, pada Pemilu kali ini anggaran itu dapat dikucurkan lebih awal agar dapat segera digunakan, yaitu Januari 2019.

Sedang dari sisi personel dan logistik Pemilu seperti kotak suara, bilik suara dan tinta, menurut Arief, persiapan hampir seluruhnya rampung.

Dari sisi logistik, kata Arief, kotak suara dan tinta sudah seluruhnya terdistribusikan.

Sementara bilik suara, lanjut Arief, berdasarkan laporan lima hari lalu, sudah terdistribusikan 98,83 persen.

“Saya belum dapat update terbaru, tapi sepertinya sudah selesai semua,” ujar Arief. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (18/12/2018).

Arief mengaku formulir dan surat suara baru akan diproduksi pada Januari.

Namun jika menghitung waktu, lanjut Arief, persiapan itu terhitung berjalan lancar.

“Kalau hitungan waktunya ya kita siap,” kata dia.

Sabtu lalu, KPU menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan ke-2 Pemilu 2019 sebanyak 192.828.520.

Seluruh DPT itu berasal dari 514 Kabupaten/Kota, 7.201 kecamatan, dan 83.405 kelurahan di Indonesia. (AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.