oleh

Krisis Pupuk Bakal Berkepanjangan

SUMENEP (PortalMadura) – Krisis pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diprediksi akan terus terjadi disetiap musim tanam.

Pasalnya, mengacu pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), para petani di ujung timur Madura ini membutuhkan pupuk sebanyak 40 ribu ton pertahun, namun kuota 2014 ini hanya 21.719 ton pupuk.

“Ini bertanda para petani akan mengalami kesulitan pupuk setiap musim tanam. Antara kebutuhan dengan persediaan pupuk tidak imbang,” kata Syafik, salah seorang kelompok tani di Desa Gadding, Manding, Sabtu (11/01/14).

Dia meminta, pemerintah harus mengantisipasi kekurangan pupuk ini. Sebab, pada musim tanam tahun 2014 kebutuhan pupuk, para petani sangat kesulitan, padahal pada tahun 2013 lalu pemerintah sudah berupaya menambah kuota.

“Kami minta, pemerinta segera mengantisipasi hal ini. Untuk musim tanam ini saja kebutuhan pupuk belum tercukupi,” harapnya.

Sementara itu, kabid Sumber Daya dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep, Kurratul Aini menyatakan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan pengajuan penambahan pupuk sesuai kebutuhan para petani di Sumenep.

“Kami sedang menyusun pengajuan penambahan pupuk itu. Tentunya kami tetap mengacu pada RDKK itu,” ungkap Kurratul Aini.

Secara resmi, pihaknya masih belum menerima peraturan Gubernur Jatim tentang kuota pupuk itu. Pihaknya berjanji akan mengajukan penambahan setelah menerima Pergub.

“Secara resmi kami memang belum menerima Pergub tentang kuota pupuk, tetapi setelah kami menerima langsung akan mengajukan penambahan lagi. Yang jelas kuotanya memang berkurang dari tahun sebelumnya,” pungkasnya. (arif/htn)


Komentar