oleh

Lahan Produktif Menyusut 7.500 Hektar Per Tahun

SUMENEP (PortalMadura) – Lahan produktif (lahan pertanian) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mengalami penyusutan 7.500 per tahun. Sebab, sudah banyak lahan yang dikuasai oleh para pengembang perumahan maupun industri.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim, menjelaskan, pihaknya harus mengambil kebijakan dengan cara mencetak lahan baru. “Setiap tahun sudah jelas mengalami penyusutan lahan produktif yang berkisar 7.500 hektar per tahun. Solusinya, pemerintah harus mencetak lahan baru,” tegas Busyro, Selasa (29/10/2013).

Dia mengakui, jika lahan diwilayah kota banyak dikuasai para pengembang perumahan dan industri lainnya. Sehingga, harga yang dipatok sudah harga industri. “Sekarang, pemerintah juga harus mengatur pemberian ijin pembangunan dan industri bagi pengembang. Yakni harus merujuk pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Sumenep yang sudah ditetapkan itu,” ungkapnya.

Menurut dia, semua rencana pembangunan harus merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2013 tentang RTRW. Jika tidak, maka akan terjadi kesemrautan di wilayah kota. “Kalau soal penyusutan lahan pertanian, antisipasinya sudah mencatk lahan baru dikepulauan. Dan cetak lahan baru itu akan dilakukan setiap tahun,” tandasnya.

Untuk wilayah darat, kata dia, belum ada lahan seluas 300 hektar untuk cetak sawah baru. Pernah diwilayah Saronggi dilakukan disurvey. “Tapi tidak memungkinkan, karena kalau hujan, air masuk dari beberapa sisi. Kami masih mencari alternatif daerah lain untuk cetak sawah baru di daratan,” pungkasnya.(udien/htn).

-
-
Tirto.ID
Loading...

Komentar