Lakukan 5 Cara Ini Saat Anak Makannya Sedikit

Lakukan 5 Cara Ini Saat Anak Makannya Sedikit
Ilustrasi (Dancow)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Masalah makan pada anak sudah umum terjadi, apalagi di usianya yang masih enam bulan hingga tiga tahun, biasanya hal itu tidak bisa dihindari. Salah satu masalah makan yang dimaksud adalah small eaters atau yang sering juga disebut infatile anorexia.

Apa itu small eaters?. Anak small eater makan dalam jumlah sedikit dan tidak pernah mencapai rasa kenyang. Tidak heran jika masalah ini cukup membuat orang tua khawatir dan resah.

Sebab, porsi anak makan tidak sama dengan anak lain yang pada umumnya doyan makan, sehingga orang tua merasa tidak tega dengannya. Bahkan, dari saking khawatirnya, kadang orang tua rela menyuguhkan segala bentuk makanan agar anak mau makan banyak.

Padahal, penanganannya tidak selalu demikian. Perlu Anda tahu, anak small eaters jarang menunjukkan tanda lapar. Ia juga menolak makan dalam jumlah yang cukup selama lebih dari satu bulan.

Sebagaimana dilansir Fimela.com, yang dikutip dari buku Mommyclopedia, 567 Fakta tentang MPASI, anak small eater bisa mengalami growth faltering. Namun, kondisinya yang makan dalam jumlah sedikit tidak disebabkan oleh kondisi medis tertentu dan tidak ada riwayat kejadian yang membuat trauma.

Jadi, jangan khawatir, anak bisa tetap berkembang dengan normal seperti pada umumnya. Tapi, ada cara penanganan masalah makan ini. Untuk menangani dan mengatasi anak small eater, sejumlah tips ini bisa Anda coba.

Apa saja?. Berikut strategi pemberian makan untuk anak small eaters:

1. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah, pastikan ada jeda selama tiga jam atau lebih di antara waktu makan dan kudapan.

2. Kemudian, mulailah proses makan dalam 15 menit setelah makanan ditawarkan dan batasi durasinya hingga 30 menit.

3. Jika anak tidak memulai makan dalam 15 menit atau menyelesaikan makan dalam 30 menit, hentikan proses makan.

4. Hal yang perlu Anda ingat, jangan tawarkan kudapan atau minuman lain di antara waktu makan yang telah diatur.

5. Selain disuapin, bagi anak yang sudah bisa mandiri, doronglah ia untuk makan sendiri. Dengan begitu, ia juga sekaligus belajar bagaimana mengonsumsi makanan melalui caranya sendiri.

Satu hal lagi yang sangat penting dalam menanangi anak small eaters adalah hindari distraksi selama makan. Ajak anak untuk menikmati proses makan dan fokus menghabiskan makanannya.

Penyebab dari masalah makan pada anak pun beragam. Bisa karena cara kita dalam memberikan makanan yang salah, kelainan struktur anatomis, masalah interaksi antara anak dan orang tua atau pengasuh, perilaku makan anak, dan perilaku yang mungkin berhubungan dengan kondisi medis tertentu.

Baca Juga : Coba 5 Langkah Ini Saat Anak Susah untuk Makan

Jadi, Anda perlu mencari sumber masalahnya dengan secermat mungkin agar bisa menemukan solusinya yang lebih tepat. Selain itu, perlu juga berkonsultasi ke dokter spesialis anak bila ada kondisinya mengkhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.