Lakukan Salat Berjamaah di Masjid, Ini 4 Keutamaannya

Rewriter: Desy WulandariRujukan: Okezone.com
Lakukan Salat Berjamaah di Masjid, Ini 4 Keutamaannya
Ilustrasi (SINDONews)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Bagi laki-laki muslim sangat dianjurkan salat berjamaah ke masjid. Selain pahalanya jauh lebih besar, juga terdapat banyak keutamaan dibandingkan salat di rumah.

Ada beberapa keutamaan salat berjamaah di masjid yang perlu umat muslim ketahu. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman okezone.com laman Rumaysho, berikut ini penjelasannya:

Miliki Pahala Berlipat Ganda

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Salat jamaah lebih utama daripada salat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR Bukhari dan Muslim [Bukhari: 15-Kitab Al Jama’ah wal Imamah, 1-Bab Kewajiban Salat Jama’ah. Muslim: 6-Kitab Al Masajid, 43-Bab Keutamaan Salat Jamaah dan Penjelasan Mengenai Hukuman Keras Apabila Seseorang Meninggalkannya])

Dari Abu Sa’id Al Khudri, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Salat jamaah itu senilai dengan 25 salat. Jika seseorang mengerjakan salat ketika dia bersafar, lalu dia menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, maka salatnya tersebut bisa mencapai pahala 50 salat.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan: “Kadang keutamaan salat jama’ah disebutkan sebanyak 27 derajat, kadang pula disebut 25 kali lipat, dan kadang juga disebut 25 bagian. Ini semua menunjukkan berlipatnya pahala salat jama’ah dibanding dengan salat sendirian dengan kelipatan sebagaimana yang disebutkan.” (Syarh Shohih Al Bukhari li Ibni Baththol, 2/271, Maktabah Ar-Rusyd)

Mendapat Pengampunan Dosa

Dari ‘Utsman bin ‘Affan, beliau berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berwudu untuk salat, lalu dia menyempurnakan wudunya, kemudian dia berjalan untuk menunaikan salat wajib yaitu dia melaksanakan salat bersama manusia atau bersama jama’ah atau melaksanakan salat di masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”( HR Muslim. [Muslim: 3-Kitab Ath Thoharoh, 4-Bab Keutamaan Wudhu dan Shalat Sesudahnya])

Baca Juga:  5 Doa Malam Pertama yang Perlu Pasutri Amalkan

Ditinggikan Derajat dan Dihapus Dosa

Setiap langkah menuju masjid untuk melaksanakan salat berjamaah akan meninggikan derajatnya dan menghapuskan dosa; juga ketika menunggu salat, malaikat akan senantiasa mendoakannya.

Dari Abu Hurairah, beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Salat seseorang dalam jamaah memiliki nilai lebih 20 sekian derajat daripada salat seseorang di rumahnya, juga melebihi salatnya di pasar. Oleh karena itu, jika salah seorang di antara mereka berwudu, lalu menyempurnakan wudunya, kemudian mendatangi masjid, tidaklah mendorong melakukan hal ini selain untuk melaksanakan salat; maka salah satu langkahnya akan meninggikan derajatnya, sedangkan langkah lainnya akan menghapuskan kesalahannya. Ganjaran ini semua diperoleh sampai dia memasuki masjid. Jika dia memasuki masjid, dia berarti dalam keadaan salat selama dia menunggu salat. Malaikat pun akan mendo’akan salah seorang di antara mereka selama dia berada di tempat dia salat. Malaikat tersebut nantinya akan mengatakan: Ya Allah, rahmatilah dia. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, terimalah taubatnya. Hal ini akan berlangsung selama dia tidak menyakiti orang lain (dengan perkataan atau perbuatannya) dan selama dia dalam keadaan tidak berhadas.” (HR Bukhari dan Muslim [Bukhari: 15-Kitab Al Jama’ah wal Imamah, 1-Bab Wajibnya Shalat Jama’ah. Muslim: 6-Kitab Al Masajid, 50-Bab Keutamaan Shalat Jama’ah dan Keutamaan Menunggu Shalat])

Melestarikan Sunah Nabi

Melaksanakan salat berjamaah berarti menjalankan sunah nabi, meninggalkannya berarti meninggalkan sunahnya. Terdapat sebuah atsar dari dari ‘Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata:

Baca Juga:  Ziarah Makam Raja Joharsari, Baca Surah Ini Agar Allah Cepat Kabulkan Hajatnya

“Barang siapa yang ingin bergembira ketika berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan muslim, maka jagalah salat ini (yakni shalat jama’ah) ketika diseru untuk menghadirinya. Karena Allah telah mensyari’atkan bagi nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam sunanul huda (petunjuk Nabi). Dan salat jama’ah termasuk sunanul huda (petunjuk Nabi). Seandainya kalian salat di rumah kalian, sebagaimana orang yang menganggap remeh dengan salat di rumahnya, maka ini berarti kalian telah meninggalkan sunnah (ajaran) Nabi kalian. Seandainya kalian meninggalkan sunah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat.” (HR Muslim. [Muslim: 6-Kitab Al Masajid, 45-Bab Shalat Jama’ah adalah Sunanul Huda])

Ibnu ‘Allan Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika kalian melaksanakan salat di rumah kalian yaitu melaksanakan salat wajib sendirian atau melaksanakan salat jama’ah namun di rumah (bukan di masjid) sehingga tidak nampaklah syi’ar Islam, sebagaimana hal ini dilakukan oleh orang yang betul-betul meremehkannya … , maka kalian berarti telah meninggalkan ajaran Nabi kalian yang memerintahkan untuk menampakkan syi’ar salat berjama’ah. Jika kalian melakukan seperti ini, niscaya kalian akan sesat. Sesat adalah lawan dari mendapat petunjuk.” (Dalil Al Falihin Li Thuruqi Riyadhis Sholihin, 6/402, Asy Syamilah)

Wallahu a’lam bishawab.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.