Lewati Jalan Rusak, Ini 5 Cara Jaga Keseimbangan Motor

Editor: Desy Wulandari
Lewati Jalan Rusak, Ini 5 Cara Jaga Keseimbangan Motor
Ilustrasi (Republika)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Pengendara motor harus siap saat menghadapi kondisi jalan yang berbeda-beda. Karena jalanan di Indonesia sangat beragam. Aspal jalanan tidak selalu mulus, adakalanya pengendara dihadapkan dengan jalan rusak, seperti berlubang, bergelombang maupun berpasir.

Kondisi jalan yang kurang baik berisiko bagi pengendara, salah satunya yaitu masalah keseimbangan. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diketahui pengendara ketika melewati jalan rusak agar keseimbangan motor tertap terjaga. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman liputan6.com, berikut ini penjelasannya:

1. Mengurangi kecepatan tanpa mengganggu keamanan. Angka kecepatan masing-masing orang bisa berbeda dan menyesuaikan situasi dan kondisi.

Mengurangi kecepatan secara wajar menggunakan hanya rem belakang saja atau dibantu kombinasi dengan rem depan jika jarak sudah dekat, hindari kecepatan turun secara drastis.

2. Mengangkat badan. Ini berfungsi untuk mencegah goncangan dari motor karena melalui jalan yang tidak rata diteruskan ke badan pengendara yang berdampak mengganggu konsentrasi berkendara.

Baca Juga:  Lakukan 10 Hal Ini Saat Mobil Tak Bisa Dinyalakan

Pastikan tangan tetap lincah menguasai gerak stang ke kanan dan kiri. Pedoman postur ini adalah saat berdiri beban tubuh harus bertumpu pada lutut (telapak kaki di footstep/floorstep), gunakan lutut sebagai lengan ayun/peredam guncangan dari kendaraan. Pastikan seluruh jemari memegang stang dan juga mudah meraih tuas-tuas.

3. Arahkan pandangan tetap ke depan (tidak menunduk) sekaligus memperhatikan permukaan yang bakal dilalui dan tetap tenang.

4. Pastikan bukaan gas selalu konstan dan atur gas agar tidak terpengaruh ayunan badan motor atau pengendara (jemari seluruhnya memegang grip gas), alihkan kekuatan memegang stang dengan jemari kiri.

Pilih gigi presneling yang menghasilkan tenaga paling kuat dan tidak membuat mesin mati dikecepatan yang digunakan, ini berfungsi agar jemari tidak memegang kopling.

Motor matic lebih praktis karena sudah otomatis harus memilih gigi presneling. Namun perlu diketahui bahwa respon mesin matik lebih lamban dibanding motor kopling, demikian sebaliknya. Motor sport (berkopling) akan responsif jika gas mendadak terbuka gerakan motor bisa berubah mendadak.

Baca Juga:  Lakukan 10 Hal Ini Saat Mobil Tak Bisa Dinyalakan

5. Menjaga kecepatan saat melalui rintangan, kuasai roda depan dan gunakan rem belakang jika membutuhkan pengurangan kecepatan dan boleh tambah gas jika perlu kesimbangan.

Lain halnya saat akan melintasi polisi tidur, melintasi polisi tidur perlu menggunakan kecepatan ekstra rendah dengan menjaga motor tetap bergerak stabil tidak oleng. Fungsi polisi tidur adalah agar pengendara lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatannya dalam berkendara demi menjaga keamanan dan ketertiban berkendara.

 


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.