oleh

Makna Doa Kunut yang Perlu Umat Islam Ketahui

PortalMadura.Com – Kunut merupakan salah satu doa yang sering dibaca setelah iktidal atau saat salat subuh. Makna dari kunut berasal dari qonata yang artinya tunduk patuh. Kunut berarti berdiri lama, diam, tafakur, taat, doa dan khusyuk.

Sebagaimana menurut Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, doa kunut di sini memiliki makna yang sangat dalam. Dalam Mu’jam Maqayisul Lughah, Ibnu Zakaria memahami asal arti dari kunut menurut bahasa adalah taat, tunduk, dan istikamah di jalan yang diridai Allah SWT, melansir dari laman Okezone.com, Kamis (5/3/2020).

Selain itu, makna doa kunut yang ditemukan di dalam alquran, yaitu: Artinya: “Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk” (QS. Al-Baqarah : 238).

Lebih lanjut, kata dia, doa qunut juga dapat dibaca sebagai upaya dijauhkan dari berbagai macam penyakit. Misalnya, dari virus korona COVID-19 yang saat ini mewabah.

Bagi yang suka mengamalkannya, berikut doa qunut beserta artinya: “Allahumma dini fi man hadait, wa ‘afini fiman ‘afait, wa tawallani fi man tawallait, wa barik li fi ma a’thait, wa qini syarra ma qadhait, fa innaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaik, wa innahu la yazillu man wa lait, wa la ya’izzu man ‘adait, tabarakta rabbana wa ta’alait, fa lakal hamdu a’la ma qadhait, wa astagfiruka wa atubu ilaik, wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam”

Baca Juga : Baca Doa Ini Saat Anda Memberi dan Diberi Hadiah

Artinya: “Ya Allah tunjukkanlah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berikanlah keberkahan kepadaku pada apa yang telah Engkau berikan. Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan.

Engkaulah yang menghukum dan bukan dihukum. Tidak hina orang yang Engkau jadikan pemimpin. Tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau. Bagi-Mu segala pujian di atas apa yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga, dan para sahabatnya”(HR. Nasa’i 1746, Abu Daud 1425, Turmudzi 464). Waallahu A’lam.

Rewriter : Azizah
Sumber : Okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar