Mari Belajar dari Seekor Semut

semut
Ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Semut merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki tubuh yang sangat kecil. Kadangkala semut itu merupakan pengganggu bagi manusia. Contoh, saat kita menaruh makanan manis yang belom habis dan akan dimakan lagi nanti, namun sudah keduluan semut yang berpesta disana. Tak ada angin tak ada hujan kadang tiba-tiba saja bagian tubuh gatal karena digigit semut. Namun Allah SWT tidak pernah menciptakan makhluk itu dengan sembarangan, setiap apa yang ada didunia ini pasti memiliki manfaat dan pelajaran yang bisa kita ambil darinya. Lalu bagaimana sebenarnya keistimewaan semut ini ? Mari kita bahas.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu” (QS. An-Naml: 18).

Ketika Nabi Sulaiman datang bersama bala tentaranya, seekor semut merasakan akan ada ancanaman bahaya yang menerpa kaumnya dan anak bangsanya, dengan spontan ia berkata: ada bahaya ….. . Ayo selamatkan diri kalian, sebagaimana di dalam al-Qur’an: “agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”. (QS. An-Naml: 18).

Baca Juga:  Suami Memukul Istri, Ini Hukumnya dalam Islam

Alangkah indahnya semut ini bukan? Alangkah agungnya sikap semut ini!

Ia menanggung beban saudara juga bangsanya, ketika mengetahui akan adanya ancaman yang itu merupakan tanggung jawanbnya, ia merasakan akan nada bencana maka ia berteriak lantang memberikan peringatan kepada kaumnya“ ayo selamatkan diri kalian masing masing”.

Sungguh indahnya perkara semut ini! Apakah ia melarikan diri ketika merasakan akan nada bencana datang?

Apakah ia berkata: “apa yang bisa saya lakukan, sedangkan saya hanyalah seekor semut? Apa yang bisa saya lakukan menghadapi bala tentara yang datang? Bangsa semut banyak, sedangkan saya seorang diri apa yang akan bisa saya lakukan”?

Berapa banyak orang diantara kita yang merasakan seperti yang dirasakan semut, berusaha menyelamatkan umatnya, ingin berbuat sesuatu untuk kehidupan umatnya? Minimal menyelamatkan keluaga dari kebodohan, dan menjauhkan diri dari kemaksiatan.

Baca Juga:  7 Cara Berbakti pada Orang Tua yang Sudah Wafat

Kemudian kita lihat kata: Qaalat Namlatun. Kata Namlatun di sini menggunakan nakiroh yang memiliki makna umum, Allah tidak mengatakan: Qaalat an-Namlatun. Apakah ia seorang ratu atau bukan bisa jadi masyarakat biasa? Dan yang menarik hal ini disebutkan di dalam Alquran dengan cara Nakirah (umum) artinya bisa siapa saja, di sini disebut Namlatun dari sebuah lembah yang luas dan lebar. Ia tidak mencibir dirinya juga orang lain, yang penting ia berusaha untuk berbuat yang terbaik.

Seekor semut yang tidak mempunyai kedudukan apa apa disisi Allah, namun Allah menyelamatkan lembah semut itu dengan kekuasaan-Nya.

Maka jangan remehkan bentuk semut yang mungil, karena ia punya kemampuan yang luar biasa. Maka tidak ada yang sia-sia setiap apapun yang diciptakan Allah di dunia ini. Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.