oleh

Marilah Sambut Bulan Ramadan dengan Cara yang Syar’i

PortalMadura.Com – Sebentar lagi akan datang bulan suci, bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Muslim yaitu Ramadan. Sebagai orang yang beriman, sudah sepatutnya untuk menyambutnya dengan penuh suka cita, tentu dengan cara yang syar’i akan lebih baik.

Pada bulan yang teramat mulia ini, bagi yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya akan mendapat pengampunan. Dengan kata lain, kedatangan bulan Ramadan membawa ampunan bagi siapa saja yang dikehendaki.

Dilansir PortalMadura.Com, Rabu (31/3/2021) dari laman Okezone.com, Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda,

Antara salat yang lima waktu, antara Jumat yang satu dan Jumat berikutnya, antara Ramadan yang satu dan Ramadan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar” (HR. Muslim)

Selanjutnya, Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga bersabda,

Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sementara itu, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

Barang siapa melakukan qiyam Ramadan (salat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni” (HR. Bukhari dan Muslim).

Umat Muslim setiap tahun menjumpai bulan Ramadan (semasa hidup), jangan sampai Ramadan itu menjadi hampa karena setiap tahun Anda berjumpa dengannya. Dengan kata lain, manfaatkanlah waktu-waktu terbaik sepanjang bulan Ramadan dengan kebaikan agar mendapat pengampunan.

Ada sebuah kaidah yang masyhur :

Sering dan banyaknya interaksi, itu bisa mematikan sensitivitas” Tapi kalau kaidah ini kita terapkan di setiap ibadah kita, dan kita terapkan juga di Bulan Ramadan, berbahaya sekali. Ini fatal sekali, sehingga Bulan Ramadan itu bisa jadi bumerang buat Anda.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan kemudian Ramadan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni” (HR. Ahmad).

Abu Yusuf Akhmad Ja’far dalam bukunya “Menjadikan Bulan Ramadhan Lebih Bermakna” dikutip pada Selasa (30/3/2021) menyebutkan Imam Qatadah rahimahullah mengatakan, “Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadan, maka sungguh di hari lain (di luar Ramadan), ia pun akan sulit diampuni

Ketika bulan Ramadan itu akses maksiat banyak ditutup, tapi Anda masih memaksa melakukan maksiat. Sungguh sangat merugi dan celaka Anda ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

Apabila Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim ). Maka rugi besar, jika Anda tidak benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk melakukan ketaatan.

Jadi, marilah bersama-sama memperbaiki diri. Sebentar lagi akan datang bulan Ramadan. Kalau bukan sekarang kapan lagi?. Kalau bukan dimulai dari diri Anda sendiri, lalu siapa lagi?. Tidak ada yang bisa mengubah kecuali atas keinginan dalam hati. Semoga lebih baik. Wallahu A’lam.

Komentar