Masya Allah, Inilah 5 Masjid Terindah dan Bersejarah di Negara Arab

Avatar of PortalMadura.com
Rewriter: Putri KuzaifahRujukan: Dream.co.id
Masya-Allah,-Inilah-5-Masjid-Terindah-dan-Bersejarah-di-Negara-Arab
Ilustrasi (minews.id)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Masjid merupakan tempat paling penting dalam urusan beribadah umat Islam. Tanpa adanya masjid atau musala, bisa dibilang aktivitas beribadah menjadi kurang lengkap. Sebenarnya, masjid tidak hanya dijadikan tempat beribadah, tapi juga membangun komunitas Islam di tiap-tiap negara.

Selain itu, masjid juga jadi salah satu monumen arkeologi yang menarik wisatawan dari seluruh dunia. Sebagaimana diketahui, Arab sebagai negara Islam yang mempunyai sederet masjid yang punya sejarah yang wajib Anda datangi jika berkesempatan pergi ke kawasan sini.

Di mana saja lokasi masjid terindah itu? Simak informasi lengkapnya sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Kamis (21/4/2022) dari laman dream.co.id:

Masjidil Haram di Mekah

Rumah pertama dibangun untuk umat Islam sebagai tempat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Masjidil Haram terletak di jantung kota Mekah di barat Arab Saudi, dengan Ka’bah di tengahnya.

Luas Masjidil Haram adalah 400.800 meter persegi, dan memiliki kapasitas 900 ribu sampai empat juta jemaah di musim haji. Masjid ini memiliki tiga belas menara, masing-masing setinggi 1,89 m.

Masjid Nabawi di Madinah

Masjid Nabawi di Madinah adalah tempat keagamaan Islam tersuci kedua setelah Masjidil Haram di Mekah. Masjid Nabawi dibangun Nabi Muhammad SAW di Madinah setelah migrasinya pada tahun 1 Hijriah sesuai dengan 622 di sebelah rumahnya setelah pembangunan Masjid Quba.

Baca Juga:  Kategori Darah Istihadah, Muslimah Wajib Tahu!

Masjid Nabawi adalah bangunan pertama yang terhubung dengan tenaga listrik di Jazirah Arab. Setelah berabad-abad perluasan, Masjid Nabawi berisikan makam Nabi Muhammad dan makam dua khalifah Abu Bakar Al-Siddiq dan Omar bin Al-Khattab, serta rumah istri Nabi, di samping taman kanak-kanak.

Di masjid yang memiliki banyak pintu ini dapat menampung sekitar 1 juta jemaah. Lebih dari 100 pintu yang tersebar di keempat sisinya, terdapat bentuk arsitektur yang indah, termasuk Bab al-Salam, yang terletak di sisi barat Masjid Nabawi.

Misi melayani dan merawat Masjid Nabawi adalah salah satu tanggung jawab istana kerajaan Saudi, itulah sebabnya raja Saudi disebut “Penjaga Dua Masjid Suci”.

Masjid Al-Azhar di Kairo

Masjid paling penting dan terkenal di Mesir dan dunia Islam selama lebih dari seribu tahun. Khalifah Fatimiyah Al-Muizz Li-Din Allah meletakkan batu pertama Masjid Al-Azhar pada Ramadhan tahun 1970 dan menjadikannya monumen Fatimiyah tertua yang ada di Mesir.

Al-Azhar dinamai oleh Lady Fatima Al-Zahra, dan memiliki tata letak yang mencakup tiga galeri dengan mengelilingi halaman tengah terbuka. Sisa-sisa dekorasi plesteran Fatimiyah masih tampak di beberapa tempat masjid, di mana unsur-unsur tumbuh-tumbuhan (daun) alami, serta bentuk-bentuk geometris seperti bintang dan prasasti dalam aksara Kufi bunga.

Baca Juga:  Manfaat Luar Biasa Doa Nabi Yunus Bagi Pembacanya

Masjid Umayyah di Damaskus

Masjid Umayyah atau Masjid Agung Umayyah di Damaskus ini dianggap sebagai salah satu mahakarya arsitektur Islam. Masjid ini dibangun Khalifah Al-Walid I (705-715) ketika dia berkuasa. Terletak di jantung kota tua dan memiliki sejarah yang kaya di semua era dan peradaban.

Di Masjid Umayyah, menara pertama dalam Islam disebut Menara Pengantin. Saat ini, Masjid Umayyah memiliki tiga menara, empat pintu, dan kubah besar, Kubah Elang.

Masjid Raja Hussein di Amman

Masjid Raja Hussein adalah masjid terbesar dan terbaru di Yordania. Terletak di Amman di daerah Dabouq pada ketinggian 1013 m di atas permukaan laut di Taman Raja Hussein, Masjid Raja Hussein memiliki tata letak yang strategis menghadap Amman dan pegunungan Wadi Al-Seer, di mana dapat dilihat dari sebagian besar wilayah Amman.

Desain masjid didominasi arsitektur Islam wilayah Syam dan dicirikan oleh bentuknya yang persegi, empat menara, dan lantai marmer. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Abdullah II di atas sebidang tanah dengan luas sekitar 60.000 meter persegi, dapat menampung sekitar 5.500 jamaah, dan luas bangunan sekitar 8.000 meter persegi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.