oleh

Mengenal Pandemi pada Zaman Rasulullah

PortalMadura.Com – Masa pandemi covid-19 sampai saat ini masih belum berakhir. Dari sejak munculnya wabah penyakit ini, ada banyak korban yang sudah terkena dampaknya, bahkan tidak sedikit yang sampai meninggal dunia lantaran tertular virus tersebut.

Kekhawatiran dan ketakutan pastinya masih dirasakan banyak masyarakat. Sebab, tertularnya virus corona ini tidak dapat diduga. Menyikapi hal tersebut, tahukah Anda jika ternyata pandemi covid-19 bukan hanya terjadi saat ini saja. Tapi pada masa Rasululullah juga sudah ada pandemi.

Istilah pandemi pada zaman dahulu disebut tha’un amwas. Pandemi pada zamannya menimpa sahabat-sahabat Rasululullah. Tidak sedikit masyarakat yang menduga jika hal ini menjadi salah satu tanda-tanda kiamat.

Di mana apabila manusia mengalami kematian kelompok demi kelompok, seperti kawanan domba yang mati akibat wabah. Maka, kiamat akan segera datang. Padahal, ada pendapat yang mengatakan, bahwa tanda ini sudah terjadi pada saat tha’un amwas melanda.

Tha’un adalah semacam borok atau memar yang muncul di badan yang disertai oleh rasa panas dan sakit yang amat sangat. Penyakit ini berbahaya dan sangat menular.

Amwas adalah nama sebuah desa di Palestina, terletak di dekat Baitul Maqdis. Dilansir Okezone.com, yang dikutip dari buku “Kiamat Sudah Dekat?” oleh Dr. Muhammad al-’Areifi disebutkan:

Auf ibn Malik menuturkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hitunglah enam perkara yang akan terjadi menjelang dekatnya Hari Kiamat: Wafatku, penaklukan Baitul Maqdis, kematian yang akan ada penyakit seperti wabah qu’ash“.

Apa itu qu’ash?. Ia adalah virus yang menyerang binatang ternak. Hidung hewan yang terjangkit virus ini akan mengeluarkan lendir, lalu hewan itu pun mati seketika. Rasulullah menyerupakan kematian ini dengan qu’ash yang menyerang kambing. Sebab, tha’un menimbulkan luka bernanah di badan, yang mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Pandemi qu’ash sudah muncul pada masa kekhilafahan Umar ibnu Khathab Ra pasca penaklukan Baitul Maqdis pada tahun 16 H. Penyakit ini menyebar pada tahun 18 H di negeri Syam, dan menelan banyak korban hingga mencapai 25 ribu jiwa kaum Muslimin.

Di antara para sahabat Rasulullah yang meninggal dunia akibat wabah ini adalah Mu’adz ibn Jabal, Abu Ubaidah, Syarahbil ibn Hasanah, al-Fadhl ibn al-Abbas ibn Abdil Muthalib dan sahabat lainnya. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Okezone.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar