oleh

Mengenal Perbedaan Coating Bodi dan Paint Protect Film pada Mobil

PortalMadura.Com – Memoles bagian bodi mobil menjadi kebiasaan para pecintanya. Daripada yang asli dari pabrikan, melapisi mobil dengan kreasi semenarik mungkin memang tampak lebih memanjakan mata yang memandangnya.

Pada umumnya, orang-orang mengenalnya dengan istilah poles bodi. Tapi, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, teknik perawatan bodi mobil pun berkembang. Kini ada yang namanya coating (lapisan) dan Paint Protect Film (PPF).

Nah, perbedaan keduanya ini seringkali menjadi salah paham di kalangan orang yang belum mengetahuinya. Padahal, antara coating dan PPF memiliki fungsi yang berbeda. Dilansir PortalMadura.Com, Sabtu (24/4/2021) dari laman Liputan6.com, berikut perbedaan keduanya:

Menurut Chief Operating Officer PT V-KOOL Indo Lestari, Lianto Winata, selama ini masih banyak pemahaman yang salah antara coating bodi dan PPF, terutama di kalangan masyarakat umum.

“Banyak yang menggangap coating dan PPF itu hal yang sama, padahal jelas berbeda. Coating itu menggunakan bahan kimia pada bodi, contoh seperti waxing atau nano ceramic. Sementara kalau PPF itu kita benar-benar melapisi bodi dengan plastik yang tebal dan bening, makanya dikenal juga dengan istilah laminating,” terang Lianto.

Disebutkan, PPF berfungsi untuk melindungi cat dari kerusakan fisik dengan lapisan film yang tebal dan transparan. Fungsi lain adalah merawat warna mobil secara permanen. Sementara coating hanyalah untuk perawatan warna sementara saja.

“Lebih mudah diartikan coating itu bukan paint protection (perlindungan cat) tapi color protection (perlindungan warna), karena fungsinya menjaga warna mobil tetap cerah namun hanya sementara saja. Jadi saat tersengol benda atau ketika mencuci mobil kemungkinan bodi mengalami baret tetap ada,” ujarnya.

“Sedangkan laminating PPF ini karena dibungkus dengan film, maka bodi terlindungi dari baret halus dan warna mobil juga tetap cerah, makanya PPF itu fungisnya melindungi dan menjaga keorisinilan warna mobil,” jelas Lianto.

Sebagai contoh PPF lansiran V-Kool yang terbuat dari material thermoplastic urethane (TPU). PPF ini mampu melindungi cat kendaraan dari goresan benda tajam, baik tipis maupun dalam. Goresan kerikil, pemudaran warna oleh paparan sinar ultraviolet, jamur, hingga abrasi pun bisa diatasi.

“V-KOOL PPF juga mudah dalam hal perawatan. Bahkan V-KOOL PPF memiliki sifat ‘self healing‘ yang bisa menghilangkan baret halus dengan sendirinya tanpa perawatan khusus hanya mengandalkan panas sinar matahari,” klaim Lianto.

Produk ini memiliki ketebalan 8 mil (0.2032 mm) dan dirancang untuk melindungi cat kendaraan dari kerusakan karena zat korosif. Selain itu, perlindungan sempurna terhadap sinar ultraviolet, panas matahari, dan air membuat warna tidak cepat pudar.

Kejernihan PPF juga mampu semakin memperkuat warna asli kendaraan dan membuatnya berkilau, bahkan kendaraan akan terlihat alami seakan-akan tidak dipasang apa-apa namun wet-look seperti sesudah baru di coating setiap harinya.

Selain itu, daya tahan V-KOOL PPF pun lebih lama dibandingkan dengan coating kimia dengan garansi selama 10 tahun. Bagaimana, sudah tahu kan perbedaan dari keduanya?. Semoga bermanfaat.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Liputan6.com

Komentar