oleh

Merger Tiga Bank Syariah Jadi Skala Global

PortalMadura.Com – Indonesia akan memiliki bank syariah terbesar secara nasional dan juga secara global melalui proses merger tiga bank syariah BUMN.

Ketiga bank syariah yang akan digabungkan adalah Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah. Ketiga bank tersebut akan digabung menjadi satu di dalam entitas Bank BRI Syariah.

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto mengatakan, pada Selasa, proses merger ini akan membuat bank syariah hasil merger memiliki jangkauan yang lebih luas sehingga bisa menarik investor lokal dan global.

Bank syariah baru ini nantinya diharapkan menggarap bisnis industri halal Indonesia yang potensinya mencapai Rp4.800 triliun pada 2024.

“Banyak investor yang menantikan langkah monumental ini karena potensi ekonomi dan keuangan syariah serta industri halal di Indonesia bisa mencapai Rp4.800 triliun di 2024,” kata Catur, dalam konferensi pers virtual.

Saat ini proses merger sudah memasuki tahap Conditional Merger Agreement (CMA) atau kesepakatan awal merger.

Selanjutnya, pada 20 atau 21 Oktober nanti, pemerintah akan mengumumkan proses merger dan meminta izin merger kepada otoritas pengawasan bank, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan otoritas pasar modal Indonesia.

“Kemudian pada Februari 2021 akan ada legal merger sebagai proses penggabungan tiga bank syariah secara resmi,” ungkap Hery Gunardi, Ketua Tim Project Management Office dan Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Proses merger ditargetkan akan selesai pada kuartal I tahun 2021, kata Hery.

Hery mengatakan hasil penggabungan tersebut akan menjadikan bank syariah baru itu menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar.

“Setelah merger selesai pada kuartal pertama 2021 bank syariah hasil merger akan memiliki total aset Rp225 triliun dan menempati posisi 8 perbankan terbesar di Indonesia,” jelas Hery dalam konferensi pers virtual.

Dia mengatakan pada tahun 2025 bank syariah hasil merger tersebut ditargetkan memiliki aset mencapai Rp390 triliun, dengan target pembiayaan Rp272 triliun dan pendanaan Rp335 triliun.

iklan hari santri

Hery menjelaskan mengapa Bank BRI Syariah menjadi bank survivor atau entitas yang menerima penggabungan tiga bank syariah tersebut. Salah satu alasannya, karena BRI Syariah satu-satunya bank syariah BUMN yang sudah melantai di bursa saham.

Tidak heran kabar merger ini telah melambungkan harga saham bank BRI Syariah pada Selasa. Harga saham BRI Syariah menguat hingga 25 persen ke level Rp 1.125 per lembar. Penguatan harga saham tersebut menyentuh batas atas penolakan otomatis atau auto rejection.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi saham BRIS selama sehari mencapai Rp981,06 miliar, hampir mencapai Rp 1 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 908,01 juta saham.

Masih punya ruang tumbuh

Direktur Hubungan Kelembagaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sis Apik Wijayanto mengatakan industri ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki ruang untuk bertumbuh.

Dia mengatakan populasi penduduk muslim di Indonesia mencapai 87 persen atau sekitar 230 juta jiwa, namun market share keuangan syariah di Indonesia baru 9,68 persen per Juli 2020.

Market share ini masih kecil bila dibandingkan dengan populasi penduduk muslim di Indonesia,” ujar Sis.

Pertumbuhannya diharapkan dari sisi jumlah nasabah, dana tabungan masyarakat, maupun penyaluran kredit atau pembiayaan.

Sis menyakini proses merger ini akan menciptakan satu bank syariah besar dan solid secara nasional dan juga global.

Proses merger ini merupakan komitmen pemerintah untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pilar baru kekuatan ekonomi Indonesia. Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, sudah sepantasnya Indonesia memiliki bank syariah yang kuat.

“Saat ini kita masih tertinggal dari negara berpenduduk muslim lainnya. Namun dengan penggabungan ini, dengan bersatunya ketiga bank ini insya Allah Indonesia mampu jadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah di dunia,” tandas Erric Thohir, Menteri Negara BUMN, dalam sambutannya, secara virtual.(*)

Sumber : AA
Editor : Hartono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.