oleh

Minta Dipanggil dengan Title Haji, Benarkah Jadi Tanda Kesombongan?

PortalMadura.Com – Berangkat ke tanah suci Mekah merupakan panggilan Allah SWT agar umat muslim bisa melaksanakan rukun Islam yang ke lima. Tidak semua orang memiliki kesempatan itu, jadi bagi Anda yang sudah sampai maka bersyukurlah.

Sepulangnya ibadah, banyak orang yang secara spontan memanggil Pak Haji atau Ibu Haji pada mereka sebagai bentuk bahwa ia telah melaksanakan Haji. Namun, tidak sedikit dari beberapa orang yang justru meminta sendiri untuk dipanggil dengan gelar “Haji”.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Melihat hal tersebut, yang menjadi pertanyaan, apakah hal itu termasuk dalam kategori sombong?. Sebab, melaksanakan ibadah haji hanyalah mengharapkan rida dan pahala dari Allah SWT semata. Bukan karena ingin dipuji atau ingin disanjung sebagai orang yang telah pergi haji.

Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al Bayinnah ayat 5, yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus“.

Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa, ketika seseorang melaksakanan Ibadah Haji, niatkan dengan baik bahwasannya ibadah hajinya hanya untuk beribadah kepada Allah semata dan bukan karna hal lainnya. Selain itu, Anda juga perlu bermuhasabah agar menjauhkan semua pikiran yang dapat merusak nilai dan niat ibadah haji.

Meminta sebuah gelar “Haji” kepada masyarakat bukanlah keputusan yang bijak dan dapat bersifat riya. Karena seperti yang diketahui, adalah lebih baik jika Anda berusaha untuk menyembunyikan amal ibadah haji Anda. Tidak perlu mengobralnya ke orang lain, cukup memberitahu kepada masyarakat dan orang-orang terdekat serta berkepentingan yang secukupnya saja.

Rasulullah bersabda, yang artinya “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, hamba yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka menyembunyikan amalannya”.

Menjaga keikhlasan dan tidak mengharapkan suatu apapun baik sanjungan maupun sebutan “Haji” dari orang lain adalah penting agar menjaga amalan ibadah tersebut serta rida dan niat karena Allah SWT.

Rasulullah bersabda, yang artinya, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Maka dari itu, siapapun Anda yang telah, sedang atau ingin melaksanakan ibadah haji dapat menjadi haji yang mabrur dan semakin membaik keimanannya, bukan hanya sekadar bertambah ‘gelar’ hajinya saja. Wallahu A’lam. (ummi-online.com/Putri)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar