Mitos: Ungu Identik dengan Warna Janda

Avatar of PortalMadura.com
Mitos: Ungu Identik dengan Warna Janda
ilustrasi

PortalMadura.Com – Warna ungu bagi kebanyakan masyarakat Indonesia dianggap sebagai warna janda. Entah hal apa yang mendasari persepsi tersebut, hingga akhirnya banyak masyarakat yang meyakini hal itu. Lantas, bagaimana dengan negara lainnya?.

Perlu diketahui, bahwa pada dasarnya ungu adalah warna penuh ketenangan yang merupakan percampuran antara warna merah dan biru. Zaman dahulu, para bangsawan justru menggunakan warna ungu sebagai pakaian kebesarannya.

Nah, berbeda dengan Indonesia yang menganggap ungu sebagai warna janda, di Thailand warna ini dipercaya sebagai simbol kesedihan. Beberapa negara di Eropa memiliki persepsi lain dan menganggap ungu sebagai tanda kemakmuran atau kejayaan.

Ada pula negara yang menganggap ungu sebagai warna pengorbanan dan kematian. Jika berkaca dari pemahaman masyarakat Indonesia, ungu disebut warna janda karena mencerminkan kesedihan dari para wanita yang telah ditinggalkan oleh para suaminya.

Baca Juga:  4 Mitos Diet Sehat yang Masih Dipercaya

Warna ungu sendiri, adalah warna pertama yang dibuat oleh seorang pria, kemudian dinamakan sebagai ‘Mauveine’ karena terbuat dari batu bara. Resep warna ungu ini disebutkan ditemukan oleh pria bernama William Henry Perkin pada 1856.

Baca Juga: Inilah Warna-warna Kamar yang Cocok untuk Wanita Aktif

Akan tetapi, logikanya warna ungu sebenarnya tidak cocok jika melambangkan janda saja. Pasalnya, tidak cuma wanita saja yang merasa sedih dan kesepian apabila ditinggalkan oleh pasangan yang mereka cintai dalam hidupnya.

Alhasil, hingga saat ini warna ungu yang identik dengan janda hanyalah sebuah mitos yang berkembang pesat di masyarakat.

Sebenarnya, belum diketahui apa makna warna ungu bagi masyarakat Indonesia. Yang jelas pengertian ungu identik dengan warna janda adalah mitos dan semuanya tergantung dari persepsi Anda masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.