oleh

Ngeri! Remaja Ini Kena Penyakit Akibat Pakai Celana Dalam Ibunya

PortalMadura.Com – Bertukar pakaian dan barang sehari-hari adalah hal yang biasa. Namun, ada benda-benda tertentu yang tidak dianjurkan untuk tukar pakai. Bahkan, bertukar pinjam pakaian dengan saudara atau orang tua menjadi hal yang biasa dilakukan.

Ada beberapa barang-barang yang tidak boleh dipakai ramai-ramai. Sebut saja sikat gigi, sisir, handuk dan tentu saja pakaian dalam. Alasannya cukup masuk akal, yaitu untuk menghindari kemungkinan tertular penyakit.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Seorang remaja putri berusia 12 Tahun yang berasal dari Provinsi Zhejiang, China. Ia mengalami muntah-muntah dan demam disertai gejala lainnya akibat sakit di perut. Kondisi ini berlangsung selama sekitar setengah bulan sebelum remaja malang itu dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya.

Dilansir viva.co.id yang mengutip laman World of Buzz, setelah melalui serangkaian pemeriksaan, gadis itu didiagnosis radang panggul yang berakibat hydrosalpinx atau kondisi di mana tuba falopi tersumbat air. Hal itu ternyata berdampak serius karena saluran yang menghubungkan ovarium ke rahim mengalami kerusakan parah.

Baca Juga: Kepincut Adik Perempuannya, Pemuda Madura Gauli Hingga Hamil

Kenapa remaja berusia 12 tahun bisa terdiagnosis radang panggul yang justru banyak diidap wanita dewasa, atau wanita yang telah aktif secara seksual, hal itu masih membingungkan? Apalagi remaja malang itu baru saja mendapatkan menstruasi pertamanya.

Setelah diselidiki, dokter di RS Zhejiang menemukan bahwa remaja itu ternyata bertukar pakai celana dalam dengan sang ibu. Lebih tepatnya lemari pakaian dalam ibu dengan anak yang baru memasuki usia remaja itu menjadi satu.

Zhou, direktur ginekologi RS Zhejiang mengatakan bahwa penyakit ini sangat jarang terjadi pada remaja. Penyakit yang diderita anak itu ternyata berasal dari ibunya. Dengan berat hati ibunya mengaku bahwa dia terkena infeksi vagina.

Ujar Zhou dilansir dari viva.co.id mengutip laman World of Buzz, “Ibu dari anak itu masih berusia muda dan aktif kehidupan seksualnya. Dia juga menderita vaginitis (radang vagina), jadi celana dalamnya bisa terdapat beberapa bakteri”.

Selain itu, Zhou mengatakan bahwa waktu menstruasi gadis kecil itu lebih lama dari rata-rata yaitu 7 hingga 10 hari. Tak hanya itu, selama menstruasi si gadis kecil itu tidak menjaga kebersihan jadi bakteri bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Karena kejadian tersebut, akhirnya si anak harus menjalani operasi laparoskopi untuk mengangkat tuba falopi kanan dan kista ovarium kanan. Para dokter mencoba menyelamatkan tuba falopinya, tapi lukanya sudah sangat parah sehingga harus diangkat.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar