Ngeri! Rupiah Tembus Rp17.041 per Dolar AS Akibat Perang Timur Tengah, Ini Prediksi Besok

Avatar of PortalMadura.com
Ngeri! Rupiah Tembus Rp17.041 per Dolar AS Akibat Perang Timur Tengah, Ini Prediksi Besok
Ngeri! Rupiah Tembus Rp17.041 per Dolar AS Akibat Perang Timur Tengah, Ini Prediksi Besok

portalmadura.com – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren negatif pada penutupan perdagangan Selasa sore (31/3/2026). Mata uang Garuda terperosok ke level Rp17.041 per dolar Amerika Serikat (AS), dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah mencatatkan pelemahan sebesar 0,23 persen. Kondisi ini terjadi di tengah indeks dolar AS yang sebenarnya sedikit melandai ke posisi 100,45. Namun, sentimen negatif dari pasar global tampaknya lebih mendominasi pergerakan rupiah hari ini.

Konflik Iran-Israel Picu Lonjakan Harga Energi

Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah tidak lepas dari kekhawatiran pasar terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Jalur tersebut merupakan urat nadi pasokan minyak dunia.

Ketegangan meningkat setelah kapal tanker milik Kuwait Petroleum Corp dihantam serangan di pelabuhan Dubai yang diduga dilakukan oleh pihak Iran. Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan ladang minyak Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kian menambah ketidakpastian global.

“Penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak Brent naik drastis hingga 59 persen sepanjang Maret. Ini merupakan kenaikan bulanan tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Ekonomi Domestik Masih Berpeluang Tumbuh

Meski tertekan dari sisi kurs, fundamental ekonomi Indonesia diprediksi masih cukup kuat. Para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2026 akan berada di kisaran 5,1 persen hingga 5,2 persen.

Dorongan utama pertumbuhan ini berasal dari siklus musiman yang kuat, meliputi:

  • Momentum Ramadan dan Idulfitri.
  • Pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bantuan Sosial.
  • Peningkatan aktivitas jasa transportasi dan logistik selama mudik.
  • Konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.

Namun, tantangan besar tetap mengintai dari sisi investasi dan net-ekspor akibat memburuknya kondisi pasar keuangan dunia sejak awal Maret 2026.

Prediksi Kurs Rupiah Besok

Menghadapi perdagangan hari esok, Rabu (1/4/2026), rupiah diperkirakan masih akan berada dalam tekanan. Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah lebih dalam.

“Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan akan ditutup pada rentang Rp17.040 hingga Rp17.070 per dolar AS,” pungkasnya.

Pelemahan ini juga diikuti oleh mayoritas mata uang di Asia, di mana won Korea Selatan memimpin pelemahan sebesar 0,90 persen, disusul ringgit Malaysia dan baht Thailand.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses