Niat Puasa dan Doa Malam Nisfu Syakban, Catat!

Editor: Putri Kuzaifah
Niat-Puasa-dan-Doa-Malam-Nisfu-Sya'ban,-Catat!
dok. Ilustrasi (tribunnews.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Syakban merupakan bulan yang sangat penting dalam hal ibadah. Salah satu bulan penting dalam kalender Islam ini penuh dengan peluang untuk mendekatkan diri kepada Rasulullah. Tentu caranya melalui memperbanyak membaca selawat.

Tahun ini, satu Syakban jatuh pada 4 Maret 2022. Adapun malam Nisfu Syakbannya tepat pada 17 Maret 2022 sesudah Magrib. Maka, manfaatkanlah dengan baik bulan Syakban ini dengan baik untuk mendapatkan pengampunan dan pahala.

Sebab, keutamaan Nisfu Syakban berupa pengampunan dosa dan pahala ibadah yang lebih besar dari biasanya. Misalnya, ibadah di bulan Ramadan lebih memuaskan daripada ibadah di bulan-bulan lainnya. Pahala untuk beribadah di Masjidil Haram sama dengan salat di masjid biasa.

Dilansir PortalMadura.Com, Jumat (4/3/2022) dari laman Republika.co.id, hadis berbunyi bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda: “Syakban itu bulan antara Rajab dan Ramadan. Bulan ini banyak diabaikan oleh umat manusia, padahal dalam bulan ini (Syakban) amal-amal hamba itu diangkat (diterima oleh Allah). Aku ingin amalku diterima oleh Allah di bulan Syakban dalam keadaan aku berpuasa.”

“Walaupun dasar malam Nisfu Syakban berupa hadis dha’if atau mungqathi’, dianggap cukup karena amalan malam Nisfu Syakban berasal dari fadha’ilul a’mal yang merupakan bentuk anjuran, ibadah, dan sebagai motivator untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” dikutip dari buku Husnul Bayan fi Lailatin Nishfi min Syakban yang merupakan buku risalah karya Syekh Abdullah Muhammad al-Ghimari.

Rasulullah telah mengeluarkan arahan untuk memperhatikan malam Nisfu Sya’ban dengan melakukan amal saleh dan beribadah kepada Allah agar dapat menikmati pahalanya. Dalam buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Sya’ban karangan Muhammad Juriyanto, Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadis dari Sayyidina Ali, dari Nabi SAW beliau bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا يَوْمَهَا، فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى السَّمَاء الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، أَلَا مِنْ مُسْتَرْزِقٍ فَأَرْزُقَهُ، أَلَا مِنْ مُبْتَلَى فَأُعَافِيَهُ، أَلَا كَذَا أَلَا كَذَا حَتَّى يَطَّلِعَ الْفَجْرَ

Baca Juga:  Pembinaan Khatib di Sumenep, Densus 88 Gandeng Pemkab dan Kemenag

Artinya: “Ketika malam Nisfu Syakban tiba, maka beribadahlah di malam harinya dan puasalah di siang harinya. Sebab, sungguh (rahmat) Allah turun ke langit dunia saat tenggelamnya matahari. Kemudian Ia berfirman: “Ingatlah orang yang memohon ampunan kepadaKu maka Aku ampuni, ingatlah orang yang meminta rezeki kepada–Ku maka Aku beri rezeki, ingatlah orang yang meminta kesehatan kepada–Ku maka Aku beri kesehatan, ingatlah begini, ingatlah begini, sehingga fajar tiba.”

Maka, berdasarkan beberapa hadis dan riwayat tersebut, sunah qiyam al-lail, membaca Alquran dengan ikhlas, berdzikir, dan berdoa kepada Allah pada malam Nisfu Syakban adalah untuk memetik anugerah Tuhan.

Niat Puasa Nisfu Syakban

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnati Sya’bana lillaahi ta’aalaa.

Artinya: Aku berniat puasa sunah Syakban esok hari karena Allah Ta’ala.

Dalam buku kitab Ma Dza Fi Sya’ban karangan Sayyid Muhammad al-Maliki, ia mengklaim tidak ada doa khusus atau otentik dari Nabi SAW pada malam Nisfu Syakban. Yang benar dari Rasulullah adalah perintah untuk merevitalisasi secara mutlak malam Nisfu Syakban dengan berbagai jenis doa dan taqwa. Namun, ada doa khusus yang dibaca setelah membaca surat Yasin pada malam Nisfu Syakban.

Doa Malam Nisfu Syakban

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ. لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِئينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَأَمَانَ الْخَائِفِينَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مَطْرُودًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإِقْتَارَ رِزْقِي، وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنَزَّلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: ﴿يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ﴾، إِلَهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، أَنْ تَكْشِفَ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ مَا نَعْلَمُ وَمَا لَا نَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Baca Juga:  Suami Memukul Istri, Ini Hukumnya dalam Islam

Artinya: “Ya Tuhanku yang Maha Pemberi, dan Engkau Tuhan tak butuh. Wahai Tuhan yang memiliki memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala kenikmatan. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau Tuhan tempat minta pertolongan, dan tempat berlindung orang-orang yang dari ketakutan, dan engkau adalah tempat aman dari rasa takut.

Ya Allah, jika engkau menuliskan catatan ku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, atau orang sial, atau yang celaka, dan orang yang sempit rezeki, maka aku mohon hapuskanlah itu Ya Allah.

Ya Allah hapuslah segera di Luh Mahfuz dengan kemuliaan mu akan kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan.

Ya Allah, jika Engkau berkata, maka pasti perkataan-Mu adalah suatu kebenaran sebagaimana kitab yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu (Muhammad), (Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki).

Ya Allah, dengan tajalli-Mu yang mulia di malam Nisfu Syakban yang mulia ini, yang semua amal kebajikan diangkat pada bulan ini, bahwa engkau jauhkan dari kamu dari segala bala (musibah) dari yang kami ketahui dan yang tak kami ketahui, dan tak ada yang mengetahuinya kecuali Engkau. Engkaulah yang Maha Agung dan Mulia.

Semoga Allah memberikan selawat kepada Sayyidina Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya. Mari meriahkan malam Nisfu Syakban dengan berbagai ibadah dan kebaikan seperti istighfar, membaca sunah berjemaah, membaca SurahYasin, dan menutup dengan permohonan kepada Allah. Wallahu A’lam.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.