Pagar Tembok Asta Tinggi Runtuh “Pertanda Kurang Baik Pada Negeri Ini”

  • Bagikan

PortalMadura.Com, Sumenep – Pagar tembok bagian barat Asta Tinggi Kebonagung, Sumenep, Madura, Jawa Timur, atau di Pemakaman Raja-Raja Sumenep, runtuh, Minggu (16/3/2014).

Runtuhnya pagar tersebut diduga karena getaran petir yang dahsyat melanda wilayah tersebut. Lalu, datang angin kencang dan hujan deras yang dinilai tidak wajar terjadi.

“Setiap kejadian disini, pertanda kurang baik pada negeri ini,” kata Kepala Penjaga Asta Tinggi Sumenep, RB Roeska Pandji.

Runtuhnya tembok setebal 50 cm tersebut terlihat jelas oleh penjaga bagian kuburan Pangeran Jimat dan penjaga di bagian Kaji Nangger Asta Tinggi. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dia mencontohkan, peristiwa sebagai tanda buruk pada pemimpin negeri terjadi pada tahun 1965. Saat itu, pohon asam di kawasan komplek Asta Tinggi roboh. Maka, pada tahun itu juga, Presiden RI pertama Soekarno, lengser.

“Kala itu, masyarakat meyakini, jika berkaitan dengan robohnya pohon asam di Asta Tinggi,” terangnya.

Hal serupa juga pada saat Presiden Soeharto dipaksa mundur tahun 1998. “Waktu itu, pohon beringin di Masjid Agung Sumenep roboh. Masjid itu kan dibangun di masa Raja Sumenep berkuasa,” terangnya.(ita/htn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.