oleh

Panwascam Waru Dipukul Oknum Caleg, Ini Keterangan Bawaslu Pamekasan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Petugas panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Waru Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi korban kekerasan saat menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) melanggar di Jalan Raya Waru, Jumat (5/4/2019) sekitar pukul 22.05 WIB.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan, Abdullah Saidi mengungkapkan, pihaknya memang sudah mendapat pemberitahuan jika petugas panwascam Waru dipukul oleh salah satu oknum caleg lantaran baliho miliknya ditertibkan.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Panwascam Waru saat melakukan APK diserang dan dianiaya oleh salah satu caleg dari dapil 3,” katanya, Sabtu (6/4/2019).

Dia menerangkan, saat petugas panwascam melakukan penertiban APK, tiba-tiba datang sekelompok orang menggunakan mobil yang berjumlah sekitar 8 orang, di dalamnya termasuk Calon Legislatif (Caleg) dari pemilik APK yang ditertibkan tersebut.

Setelah turun dari dalam mobil, mereka kemudian mendatangi petugas yang menertibkan APK. Di situlah terjadi cekcok mulut hingga berakhir pemukulan, bahkan diketahui rombongan orang tersebut ada yang membawa senjata tajam. Akibat tindakan itu, petugas panwascam mengalami luka memar pada bagian tangannya.

“Kami akan mendampingi panwascam itu, karena panwascam melapor ke Polsek Waru malam itu juga. Yang menjadi korban itu dua orang atas nama Tohiruddin dan Samsul Arifin,” tandasnya.

Ia mengaku kecewa kepada oknum caleg tersebut lantaran bermain hakim sendiri. Seharusnya, apabila ada tindakan panwascam yang tidak sesuai aturan langsung bisa menempuh jalur hukum.

Pada saat kejadian memang waktu panwascam menertibkan APK yang tidak sesuai aturan. Hanya saja, petugas panwascam tidak melibatkan petugas kepolisian yang seharusnya meminta pendampingan dalam setiap kegiatan penindakan.

“Waktu itu panwascam mengakui kalau tidak melibatkan petugas karena gak enak katanya. Karena kalau mengajak instansi lain harus anuh, meskipun tidak minta apa-apa. Saya bilang jangan seperti itu, yang penting koordinasi,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi lain yang dihimpun PortalMadura.Com, sebelum terjadi pemukulan, ada sekitar lima orang datang dan merobek baliho caleg milik Samhari dari Partai Demokrat. Warga sekitar langsung menegur lantaran dianggap sekelompok orang yang hanya ingin merusak baliho, setelah ditegur mereka kemudian mengaku dari panwascam.

Baca Juga : Kronologi Pemotor Meninggal Tabrak Truk di Akses Suramadu

Masyarakat sekitar tidak langsung percaya, selain waktunya yang sudah larut malam, petugas itu tidak menggunakan seragam panwascam dan tidak didampingi petugas kepolisian, koramil atau satpol PP. Di situlah juga terjadi cekcok mulut.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar