Para Suami, Ini Hukum Bercinta Saat Istri Hamil Menurut Islam

  • Bagikan
Bercinta istri hamil Islam
ilustrasi

PortalMadura.Com – Salah satu kewajiban Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang juga diatur dalam agama Islam adalah hubungan bercinta. Bahkan, aktivitas ini memiliki syarat-syarat, waktu, serta tata cara yang sudah ada dalam Alquran dan Al-Hadis. Termasuk hukum bercinta saat istri sedang hamil.

Tentunya, masih banyak orang yang bingung mengenai hukum fiqih menggauli istri saat sedang hamil. Lantas, apakah diperbolehkan ataukah tidak?.

Sebagian ulama memang ada yang memakruhkan bercinta suami istri saat istri sedang hamil. Pendapat ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Asma’ binti Yazid As-Sakan yang mendengar Rasulullah bersabda: “Janganlah kalian membunuh anak-anak kalian secara rahasia, sesungguhnya pengaruh menggauli istri pada waktu menyusui/hamil akan menimpa penunggang kuda sehingga menyebabkannya lemah dan terjatuh dari kudanya,” (Sunan Abu Dawud, no.3881, Sunan Ibnu Majah, no.2012 dan Sahih Ibnu Hibban, no.5984).

Namun, kebanyakan ulama, menyatakan, bercinta di saat istri dalam kondisi hamil adalah diperbolehkan. Merujuk pada hadis Rasulullah yang diriwayatkan dari Jadzamah bintu Wahb, bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda: “Saya pernah berkeinginan untuk melarang praktik ghilah (menjima’ istri ketika hamil atau menyusui). Namun, saya teringat orang Persia dan Romawi juga melakukan hal tersebut dan perbuatan mereka itu tidak membahayakan anak mereka,” (HR. Muslim).

Akan tetapi, bagaimana menurut penelitian ilmiah?. Menurut para ahli andrologi dan seksologi, hubungan bercinta selama hamil tetap boleh dilakukan. Namun, di usia 3 bulan pertama kehamilan sebaiknya tidak dilakukan dengan frekuensi sering, harus berhati-hati karena di masa itulah janin awal terbentuk.

Selain itu, posisi dan gaya yang dilakukan pasutri pun harus menjaga atau berhati-hati agar tidak mengganggu janin apalagi sampai keguguran. Namun, begitu kehamilan sudah besar, terutama menjelang hari persalinan, sebaiknya frekuensi bercinta suami istri diperbanyak. Karena, hal ini dapat menjadi rangsangan alami untuk mempermudah proses melahirkan. Wallahu A’lam. (ummi-online.com/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.