Pasutri, Ini 8 Adab Bercinta Dalam Islam

  • Bagikan
Pasutri, Ini 8 Adab Bercinta Dalam Islam
Ilustrasi (Popbela.com)

PortalMadura.Com – Bercinta bagi pasangan suami istri (pasutri) merupakan salah satu aktivitas ibadah. Selain itu, juga bisa menambah keharmonisan rumah tangga dan upaya untuk mempunyai keturunan. Dalam Islam, ada aturan yang harus dipatuhi pasutri ketika bercinta. Jadi untuk menggauli istri atau suami tidak boleh sembarangan.

Selain aturan yang harus dipatuhi, ada juga larangan yang tidak boleh dilakukan oleh pasutri ketika bercinta. Hal itu menjadi adab bercinta yang membantu memberikan rasa saling nyaman antara yang satu dengan yang lainnya.

Ada beberapa adab bercinta bagi pasutri yang perlu umat Islam ketahui. Apa saja? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman popmama.com, berikut ini penjelasannya:

Berhubungan Intim Harus Dimulai dengan Doa

Salah satu adab saat bercinta, yakni perlu dimulai dengan berdoa terlebih dahulu. Doa ini perlu dipanjatkan oleh pasangan suami istri sebelum melakukan aktivitas seksual di atas ranjang.

Berikut doa sebelum melakukan bercinta, yakni: “Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.”

Artinya: Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlan setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan kepada kami.

Pasangan Suami Istri Perlu Melakukan Pendahuluan sebelum Bercinta

Sesuai dengan adab di dalam ajaran agama Islam, suami istri tidak boleh terburu-buru saat ingin bercinta. Perlu ada pendahuluan terlebih dahulu, seperti menggoda atau melakukan sentuhan fisik.

Sentuhan berupa ciuman, pelukan hingga meraba area titik-titik sensitif di tubuh pasangannya agar bisa lebih bergairah.

Pendahuluan ini bertujuan untuk membangun kenyamanan satu sama lain, bahkan membuat pasangan terangsang.

Ada Doa yang Perlu Dibaca Ketika akan Mengeluarkan Sperma

Hubungan intim yang dilakukan bersama pasangan semakin lama tentu akan mencapai puncak kepuasan. Namun, ada yang perlu diperhatikan ketika suami akan mengeluarkan sperma.

Dalam ajaran agama Islam, laki-laki diharapkan membaca doa pendek ketika ingin mengeluarkan sperma. Doa ini perlu dipanjatkan agar keturunan atau bayi yang dianugerahkan oleh Allah menjadi pribadi baik serta taat agama.

Berikut doa yang perlu dibacakan ketika akan mengeluarkan sperma, yakni: “Allahummaj’alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah”.

Artinya: Ya Allah, jadikanlah nutfah (sperma) kami ini menjadi keturunan yang baik.

Dilarang Bercinta Ketika Istri Sedang Haid

Menstruasi atau haid memang kerap terjadi pada setiap perempuan setiap bulannya. Perlu dipahami bahwa saat istri sedang haid, alangkah baiknya tidak bercinta. Jika dipaksakan, maka dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual.

Dalam ajaran agama Islam pun telah dilarang apabila ingin bercinta ketika istri sedang haid. Penjelasan tersebut sudah terangkum di salah satu ayat, yakni QS. al-Baqarah: 222.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.”

Ketika istri sedang haid, maka cobalah untuk melakukan aktivitas seksual lainnya. Namun, tetap pastikan kalau aktivitas tersebut masih sesuai dengan kaidah-kaidah yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Dilarang Bercinta melalui Dubur

Tidak hanya bercinta ketika haid saja yang dilarang oleh agama Islam, namun pasangan suami istri juga tidak dianjurkan untuk bercinta melalui dubur.

Di dalam surat Al-Baqarah ayat 223 telah dijelaskan bahwa suami diizinkan untuk aktivitas seksual yang sesuai dengan kaidah agama, namun tidak melalui dubur.

“Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.”

Dapat diartikan bahwa pasangan suami istri diperbolehkan untuk bercinta melalui vagina. Vagina di sini diartikan sama seperti ladang yang apabila ditanam biji-bijian dapat tumbuh dengan subur.

Ini menjadi salah satu adab yang perlu dipahami dan dipatuhi apabila sedang ingin melakukan aktivitas seksual.

Selalu Mempertimbangkan Kondisi Pasangan Sebelum Bercinta

Salah satu adab yang perlu diperhatikan ketika ingin bercinta bersama pasangan, yakni harus sama-sama saling melihat kondisi pasangan. Ini menjadi pertimbangan tersendiri sebelum memulai aktivitas seksual di atas ranjang.

Dalam ajaran agama Islam, setiap orang perlu memahami kondisi fisik, psikologis dan emosi pasangannya sebelum bercinta. Hal ini dikarenakan tidak setiap momen, pasangan selalu siap ketika diajak untuk bercinta.

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW pun telah mengingatkan pentingnya suami berbuat baik pada istri. Usahakan tidak memaksakan kehendak karena saat bercinta, kedua belah pihak harus sama-sama merasa puas dan tidak ada yang terbebani.

Rasulullah SAW berkata: “Yang terbaik dari kamu adalah yang terbaik dalam memperlakukan istrinya. Dan aku adalah yang terbaik dari kamu semua untuk istri-istriku.” (HR Ibnu Majah).

Dilarang Menceritakan Masalah Hubungan Ranjang ke Orang Lain
Adab lain yang perlu diperhatikan saat bercinta dengan pasangan, yakni tidak menyebarkan atau menceritakan berbagai kejadian selama bercinta di ranjang. Ini diharamkan baik itu suami atau istri ketika menceritakan adegan ranjang mereka ke orang lain, termasuk ke keluarga terdekatannya.

“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Ibn Abi Syaibah 17559, Ahmad 11673, dan Muslim 1437).

Selalu Menjaga Kebersihan Setelah Bercinta

Mandi junub menjadi adab terakhir yang perlu diperhatikan usai bercinta bersama pasangan.

Kewajiban mandi junub setelah melakukan hubungan suami istri pun telah tercantum Alquran dalam surat An Nisa ayat 43.

Yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqrabuṣ-ṣalāta wa antum sukārā ḥattā ta’lamụ mā taqụlụna wa lā junuban illā ‘ābirī sabīlin ḥattā tagtasilụ, wa ing kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum, innallāha kāna ‘afuwwan gafụrā

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”

Ketika mandi wajib, berikut urutan yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Mencuci tangan dan membersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali.
2. Bersihkan kemaluan dan cuci segala kotoran dengan tangan kiri menggunakan sabun.
3. Lakukan wudu urutannya seperti akan melakukan salat.
4. Menyiramkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali sampai pangkal rambut seperti akan keramas.
5. Terakhir siram dan basuh seluruh anggota tubuh dari sisi kanan kemudian ke kiri.
6. Setelah mandi wajib diikuti, niscaya kita bisa kembali meraih kesucian beribadah.

Nah, itulah beberapa informasi terkait beberapa adab saat bercinta bersama pasangan dalam ajaran Islam. Jika sudah dilarang, alangkah baiknya untuk dihindari agar tidak melanggar kaidah-kaidah agama dan tetap menaati adab yang berlaku.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.