oleh

PB HMI-MPO Tolak Kenaikan Harga BBM

PortalMadura.Com, Jakarta – Rencana pemerintah Jokowi untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) terus mendapat kecaman masyarakat luas, mulai dari wakil rakyat di senayan, kelompok buruh, ormas dan komunitas nelayan.

Kecaman serupa datang dari gerakan mahasiswa yang menamakan dirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), PB HMI MPO menggelar aksi dan teatrikal menolak kebijakan kenaikan harga BBM, Rabu (12/11/2014).

Aksi puluhan mahasiswa HMI ini dimulai dari depan gedung Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi (Kemenko Ekonomi) dan ditutup dengan menggelar teatrikal “sholat hajat” secara berjamaah di depan Istana Negara. “Ini (sholat) untuk mendoakan pemimpin negeri ini tidak mati hatinya terhadap penderitaan dan nasib rakyat”, kata Furkan, kader HMI, dalam rilisnya yang diterima Redaksi PortalMadura.Com.

PB HMI MPO melalui forum group diskusi telah melakukan kajian yang mendalam terkait rencana dan dampak kebijakan BBM ini. Rencana pemerintah ini dianggap akan makin menyengsarakan rakyat utamanya mereka yang bernasib tidak mampu.

Pemerintah sendiri menurut isu yang berkembang akan menaikan harga bbm sekitar 30% atau setara Rp. 1950. Sementara setiap kenaikan harga BBM Rp 1.000 per liter menyumbang kenaikan inflasi 1,29 persen.

Ketua Umum PB HMI-MPO Puji Hartoyo mengatakan dalam orasinya “Saat ini jumlah rakyat miskin di Indonesia mencapai 28,28 juta orang, belum lagi rakyat kategori rentan miskin yang jumlahnya jauh lebih besar, bila harga bbm naik maka akan sangat mungkin jumlah rakyat miskin bertambah”.

Menurutnya, rakyat miskin rentan akan resiko fluktuasi ekonomi, apalagi dengan kenaikan harga bbm ini mereka akan sangat terbebani. Dimana kenaikan harga bbm pada umumnya akan diikuti oleh kenaikan harga-harga barang lainnya.

“Rakyat miskin yang paling menanggung resiko dari dampak kenaikan harga bbm, sebab efek domino dari kenaikan bbm ini sesungguhnya yang lebih mengerikan”, jelasnya.

Koordinator aksi, Abu Bakar dengan tegas membantah alasan pemerintah menaikkan harga BBM dikarenakan naiknya harga minyak dunia. “Harga minyak dunia saat ini sedang mengalami penurunan ke posisi 80,52 dollar AS per barel jadi tidak relevan alasan pemerintah”, katanya.(htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE