oleh

Pemerintah akan Relokasi Pemukiman Korban Longsor Sukabumi

PortalMadura.Com, Jakarta – Pemerintah berencana merelokasi pemukiman warga korban longsor di Kampung Cimapag, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sebagian besar lokasi Desa Sirnaresmi berada pada area dengan potensi longsor sedang hingga tinggi.

“Rencananya mereka akan direlokasi, akan dicarikan tempat yang lebih aman,” kata Sutopo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Dari hasil analisis satelit, Sutopo menjelaskan, panjang mahkota longsor di Kampung Cimapag sekitar 800 meter dengan daerah landaan longsor seluas 8 hektare.

Longsor dipicu oleh hujan deras sebelum kejadian, kata Sutopo.

Selain itu, sambung dia, kemiringan lereng dari bukit di Desa Cimapag mencapai 30 persen dengan sifat tanah yang gembur sehingga mudah longsor.

“Harusnya kawasan ini dijadikan hutan konservasi, bukan budidaya,” ujar dia. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (2/1/2019).

Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari mulai 31 Desember hingga 6 Januari 2019.

Sutopo menuturkan tim SAR gabungan akan fokus mengevakuasi dan mencari korban serta menangani korban luka dan pengungsi selama masa tanggap darurat.

Longsor di Kampung Cimapag menimbun 30 rumah yang dihuni 101 jiwa. Sebanyak 63 orang selamat, tiga orang luka-luka, dan 15 orang meninggal dunia.

Tim SAR masih mencari 20 korban hilang akibat longsor, lanjut Sutopo.

Proses pencarian juga terkendala oleh cuaca dan kondisi geografis area bencana yang rawan longsor, kata dia.

BNPB mencatat ada empat kali longsor susulan sejak kejadian pada Senin sore lalu.

“Meski tidak besar tapi cukup membahayakan tim SAR. Prinsipnya safety first,” ujar dia. (AA)


Tirto.ID
Loading...

Komentar