oleh

Pemerintah Klaim Penanganan Covid-19 ke Arah Lebih Baik

PortalMadura.Com – Pemerintah mengklaim penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia belakangan berkembang ke arah lebih baik.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan hal itu ditandai dengan angka kesembuhan harian yang terus meningkat mencapai lebih dari 12 ribu orang per hari.

Dan total jumlah pasien sembuh sudah melebihi 900 ribu orang atau 81,5 persen dari total 1,1 juta orang yang pernah terkonfirmasi positif.

Dia mengapresiasi tenaga kesehatan karena angka kesembuhan yang tinggi merupakan cerminan dari kinerja para tenaga kesehatan.

Sementara itu terkait dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Wiku optimistis berdampak dalam penanganan Covid-19.

Berdasarkan hasil analisis data dalam 2 pekan terakhir, pada kasus aktif masih menunjukkan tren yang fluktuatif, namun grafik terlihat melandai.

Perbandingannya, pada 2 minggu pertama Januari 2021 atau sebelum PPKM, terdapat selisih sebesar 1,76 persen sedangkan pada dua minggu periode setelah kebijakan itu, selisih kasus aktif sebesar 0,45 persen.

Melihat perkembangan tren keterisian tempat tidur ruang isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional, maka terjadi penurunan persentase keterisian yang cukup drastis sejak awal pelaksanaan PPKM hingga 31 Januari 2021.

Selisihnya, pada dua minggu pertama Januari, sebesar 0,72 persen. Sedangkan setelah PPKM, penurunannya jauh lebih besar menjadi 8,1 persen.

“Bahkan angka ini hampir 12 kali lipat dari selisih sebelumnya,” imbuh Wiku dalam keterangan resminya pada Kamis sore (4/2/2021).

Meski demikian dia mengakui terdapat peningkatan tajam pada hari kesembilan pelaksanaan PPKM, yaitu mencapai 69,19 persen.

Namun angkanya kembali menurun menjadi 6,23 persen hingga berada di angka 62,96 persen pada akhir minggu kedua PPKM atau akhir bulan Januari.

“Data menunjukkan bahwa, intervensi pemerintah dalam menambah tempat tidur di ruang isolasi dan ruang ICU rumah sakit rujukan, cukup berhasil dalam menurunkan angka keterisian tempat tidur,” kata Wiku.

Dia berharap PPKM pada dua pekan mendatang bisa dilaksanakan secara efektif menekan penularan.

Melihat perkembangan kasus positif mingguan, penambahannya terus meningkat tidak terkecuali selama PPKM.

Tetapi kata dia, secara mingguan kenaikannya lebih rendah dibandingkan sebelum PPKM, yakni sebelum PPKM sebesar 27,5 persen dan setelah PPKM kenaikannya menjadi 9,5 persen.

“Namun, seharusnya pembatasan kegiatan baru bisa dikatakan berhasil apabila mampu menurunkan angka kasus positif mingguan,” kata dia.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : AA

Komentar