oleh

Pemilihan Langsung Kepala Daerah Hanya Menghasilkan Pemimpin Populer

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman mengatakan, kemungkinan besar usulan pemerintah mengenai pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD akan segera terealiasasi.

Pasalnya, meski saat ini belum ada keputusan resmi, ada indikasi bahwa beberapa fraksi yang menyetujui usulan tersebut mempunyai kekuatan parlemen yang sangat kuat.

“Saat ini ada beberapa fraksi yang telah menyetujui usulan dari pemerintah yaitu Demokrat, Golkar, PAN, PPP, Gerindra, sementara fraksi PKB hanya setuju pemilihan oleh DPRD hanya untuk tingkat bupati/walikota. Sedangkan yang menolak untuk di adakan pemilihan kepala daerah oleh DPRD adalah fraksi PDIP, PKS, Hanura.” Ujar Jajat, Kamis (4/9/2014).

Jajat menilai, dengan didukung kekuatan jumlah parlemen yang kuat saat ini, seandainya menjelang putusan akhir belum ada kesepakatan antar semua fraksi, maka akan diambil keputusan melalui voting, jika hal itu terjadi maka sudah dapat dipastikan usulan dari pemerintah tersebut akan dikabulkan.

iklan hari santri

Menurut Jajat, pemilihan kepala daerah melalui pemilihan langsung selain menghabiskan dana yang besar, hanya menghasilkan pemimpin daerah yang populer bukan pemimpin yang benar – benar mempunyai kriteria yang teruji.

“Kelebihan dari pemilihan kepada daerah yang dipilih DPRD akan mendapat dukungan parlemen sehingga akan memudahkan segala proses kelanjutan berbagai program yang di usulkan,” katanya.

“Pemilihan kepala daerah melalui DPRD akan memberikan pendidikan politik bagi masyarakat betapa pentingnya sebuah pemilihan umum.

Pasalnya, dengan pemilihan kepala daerah melalui DPRD masyarakat akan di tuntut pentingnya mengenal siapa dan bagaimana para calon wakilnya yang akan duduk di DPR maupun DPRD yang akan mewakili suaranya di parlemen” tutup Jajat.(nia)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.