oleh

Penculik Anak Gentayangan, Orang Tua Mulai Was – Was

SUMENEP (PortalMadura)- Dalam sepekan terakhir, para orang tua di Sumenep, di resahkan munculnya isu penculikan anak, yang mulai gentayangan di berbagai pelosok desa.

Sehingga para orang tua, merasa was – was untuk meninggalkan anaknya sendirian di rumah, utamanya bagi orang tua yang memiliki anak bersekolah TK, maupun Paud, karena isu teror yang tersiar , komplotan penculik anak, biasanya mengintai anak usia Balita (usia di bawah lima tahun).

Isu aksi penculikan anak, sempat terdengar di tiga tempat yakni di Dusun Mandaraga, Desa Keles, Desa Kelebengan Kecamatan Rubaru dan Desa Semaan, Kecamatan Dasuk.

Bahkan isu terakhir upaya penculikan anak, dilakukan oleh dua orang pengendara Motor Jenis Yamaha Mio, terhadap sekelompok anak sekolah TK yang baru pulang dari sekolah, tepatnya di Dusun Mandaraga, Desa Keles, kecamatan Ambunten, Sumenep, Senin (7/10/2013) sekitar pukul 10.00.

Dua pengendara motor metic yang menggunakan helm tropong tersebut, berhenti tepat di dekat sekelompok anak TK yang baru pulang dari sekolah.

Namun sebelum dua orang pengendara motor tersebut berbuat sesuatu, seorang pencari rumput memanggil pengendara motor, dengan maksud ingin menanyakan keperluannya berhenti di dekat sekelompok anak TK. Pengendara motor langsung kabur, tanpa memberikan jawaban pada penyabit rumput.

“Tadi ada pengendara motor berboncengan, tiba-tiba berhenti di depan anak-anak TK yang mau pulang, tapi waktu kami tanya mau kemana, keduanya langsung kabur,” kata Sirajuddin (40), Warga Dusun Mandaraga, Desa Keles, Kecamatan Ambunten.

Melihat gelagat mencurigakan dari pengendara motor, pihaknya mengambil motornya dan berusaha mengejar, tapi apes pengendara motor sudah lenyap dari pandangan mata, sehingga pengejaran di hentikan. Aksi teror penculikan anak tidak hanya terjadi satu kali saja, bahkan sudah terjadi dibeberapa desa. Sehingga para orang tua merasa was – was dan kwatir untuk meninggalkan anaknya berjalan sendirian.

“Kami para orang tua, merasa takut untuk meninggalkan anak berangkat sekolah sendirian, takut anak kami malah yang jadi korban penculikan,” terang Halimah (32), seorang ibu yang memiliki anak bersekolah TK.

Menurut Halimah, pihaknya merasa takut dengan isu penculikan anak, dan pihaknya berjanji akan mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah. Bahkan dia mengaku memberikan pengawasan khusus bagi anak tertuanya yang kini bersekolah di TK- Ana Prasetya Dusun Mandaraga, Desa Keles, Ambunten.

“Saya takut anak saya di culik, apalagi anak saya masih sekolah di TK” ungkapnya.

Sementara Kapolres Sumenep AKBP Marjoko, melalui Kabag Ops Polres Sumenep Kompol Edy Purwanto, menepis isu adanya penculikan anak di Sumenep, dan pihaknya menjamin tidak akan terjadi penculikan anak.
“Memang kami mendengar ada Isu penculikan, tapi itu tidak benar, isu tersebut hanya akal – akalan saja, agar masyarakat resah dan kwatir,” tegasnya.

Kabag Ops berharap, masyarakat tidak mempercayai adanya isu penculikan anak yang di tiupkan orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Dan kabar penculikan anak tersebut muncul, dalam rangka menghambat laju pendidikan usia dini maupun TK, yang saat ini tengah dijalani anak-anak.

“Jangan percaya isu yang tidak jelas, Itu hanya siasat untuk menghambat pendidikan anak-anak usia dini,” imbuhnya.(Udiens/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE