Perak Menguat Tipis di Akhir Mei 2026: Investor Mencermati Data Ekonomi dan Geopolitik

Avatar of PortalMadura.com
Harga Perak Menguat di Tengah Sentimen Pasar yang Beragam
Harga Perak Menguat di Tengah Sentimen Pasar yang Beragam

PortalMadura.com – Pada hari Minggu, 31 Mei 2026, harga perak global menunjukkan tren penguatan tipis di akhir bulan, meski mengalami sedikit koreksi pada perdagangan terakhir, dengan investor terus mencermati dinamika ekonomi global dan perkembangan geopolitik.

Harga perak spot global tercatat melemah 0,51% menjadi US$ 75,27 per ons pada Jumat, 29 Mei 2026, namun secara keseluruhan bulan ini berada di jalur kenaikan bulanan lebih dari 3%.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 08.19 UTC, harga perak global per gram diperdagangkan di kisaran US$ 2,42.

Dengan kurs referensi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang berada di sekitar Rp 17.861 pada waktu yang sama, harga perak spot global setara dengan sekitar Rp 43.213,62 per gram.

Platform Harga-Emas.org bahkan menunjukkan harga perak 1 gram dalam Rupiah Indonesia sebesar Rp 43.142 pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 08.19 UTC.

Di pasar domestik, harga perak Antam menunjukkan pergerakan fluktuatif sepanjang pekan terakhir Mei 2026.

Pada Sabtu, 30 Mei 2026, harga perak Antam merosot Rp 300 menjadi Rp 49.750 per gram.

Sebelumnya, pada Jumat, 29 Mei 2026, harga perak Antam sempat melonjak Rp 900 menjadi Rp 50.050 per gram.

Secara mingguan, harga perak Antam berhasil naik Rp 200, atau sekitar 0,4%, dari Rp 49.550 per gram pada awal pekan menjadi Rp 49.750 per gram pada akhir pekan, mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi.

Faktor Pendorong dan Penekan Harga Perak Global

Pergerakan harga perak global hari ini banyak dipengaruhi oleh serangkaian data ekonomi makro dan perkembangan geopolitik yang dinamis.

Laporan inflasi Amerika Serikat untuk bulan April menunjukkan kenaikan tercepat dalam tiga tahun, memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi hingga tahun 2027.

Kekhawatiran inflasi yang berlanjut dan prospek suku bunga tinggi ini umumnya memberikan dukungan bagi aset lindung nilai seperti perak.

Namun, koreksi tajam pada harga minyak dunia akibat laporan mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran, turut mengurangi tekanan inflasi.

Jika kesepakatan gencatan senjata terwujud, hal ini berpotensi memulihkan pengiriman melalui Selat Hormuz, menstabilkan pasokan minyak, dan mengurangi permintaan terhadap aset safe-haven.

Data penghasilan pribadi AS untuk April 2026 yang mendatar, dan penurunan 0,1% pada penghasilan pribadi yang dapat dibelanjakan, juga memberikan sinyal beragam.

Meskipun demikian, pengeluaran konsumsi pribadi naik 0,5% dan Indeks Harga PCE menguat 3,8% dari tahun sebelumnya, menunjukkan kekuatan konsumsi yang masih bertahan.

Indeks PMI Chicago Mei yang melonjak menjadi 62,7 dari 49,2, melampaui konsensus 50,5, juga menunjukkan perbaikan momentum manufaktur regional.

Di sisi pasokan, UBS baru-baru ini merevisi turun proyeksi defisit pasokan peraknya menjadi 60–70 juta ons dari 300 juta ons, dan memangkas proyeksi permintaan investasi tahun penuh menjadi 300 juta ons dari lebih dari 400 juta ons.

Proyeksi dan Prospek Pasar Perak

Para analis pasar komoditas memiliki pandangan beragam mengenai prospek harga perak dalam jangka menengah dan panjang.

Trading Economics memproyeksikan perak akan diperdagangkan pada US$ 76,56 per ons troi pada akhir kuartal ini dan berpotensi mencapai US$ 91,78 dalam 12 bulan mendatang.

Bank of America (BofA) bahkan memperkirakan harga perak berpeluang menembus US$ 100 per ons troi pada kuartal IV 2026, didorong oleh reli harga emas.

Namun, BofA juga memperingatkan bahwa kenaikan tersebut kemungkinan tidak akan bertahan lama karena melemahnya permintaan fundamental dari sektor industri.

Perak mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 121,64 pada Januari 2026, menunjukkan potensi volatilitas yang ekstrem di pasar.

Analisis teknikal pada grafik mingguan XAGUSD (Perak versus Dolar AS) menunjukkan konsolidasi harga perak antara US$ 71,09 dan US$ 87,92 sepanjang Mei 2026.

Pola candlestick seperti Hammer di dekat level support US$ 71,09 dan Bearish Engulfing di level resisten US$ 87,92 memberikan sinyal beragam mengenai arah pergerakan harga selanjutnya.

Sutopo Widodo, Presiden Komisaris HFX International Berjangka, menilai bahwa prospek harga perak sangat bergantung pada retorika The Fed dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Perak, dengan karakteristik industri yang kuat, lebih sensitif terhadap dinamika ekonomi global dibandingkan emas, menjadikannya aset dengan pergerakan yang lebih agresif dan risiko lebih tinggi.

Perak sebagai Investasi

Sebagai logam mulia, perak memiliki daya tarik ganda, baik sebagai aset investasi maupun bahan baku industri.

Perak banyak digunakan dalam produksi panel surya, mobil listrik, dan berbagai produk teknologi lainnya, yang mendukung permintaannya di sektor industri.

Karena harganya yang relatif lebih rendah dibandingkan emas, perak lebih mudah diakses oleh investor individu.

Namun, likuiditas pasar perak yang terbatas juga dapat menyebabkan volatilitas harga yang tinggi.

Meskipun demikian, perak tetap dianggap sebagai investasi yang solid selama periode pemulihan produksi setelah krisis.

Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan ekonomi global, kebijakan moneter bank sentral, dan situasi geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga perak.

Dengan potensi kenaikan namun juga diiringi ketidakpastian, investasi perak memerlukan strategi yang cermat dan pemahaman pasar yang mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses