oleh

Perhatikan! Ini Perbedaan Busi Asli dan Palsu

PortalMadura.Com – Berkendara yang nyaman dan tanpa gangguan selama di perjalanan tentunya diharapkan banyak orang. Kenyamanan tersebut tidak lain didukung oleh komponen kendaraan yang baik, salah satunya busi.

Tahukah Anda busi yang berkualitas turut dipengaruhi oleh keasliannya. Karena, busi motor atau mobil yang tidak asli justru tidak dapat memproduksi percikan api yang baik. Bahkan, busi tersebut tidak bisa dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama.

Tapi sayangnya, sekarang ini busi-busi palsu banyak bereda di pasaran. Lebih parahnya lagi, banyak orang yang tidak bisa membedakan mana busi asli atau palsu. Akibatnya, kendaraan yang digunakan pun kadang mati mendadak lantaran businya mati.

Lantas, bagaimana cara membedakan busi asli dan palsu?. Yuk simak penjelasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya:

Dilansir Liputan6.Com, yang dikutip dari Otosia.com, Menurut Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Oktaviano, setidaknya ada tiga hal untuk mengetahui busi tersebut palsu, yakni kode produksi, embos tulisan logo, dan gasket ring yang bisa dilepas.

Dia mencontohkan, pada busi asli NGK logo tercetak tebal dan sempurna, metal shell terdapat kode produksi pada hexagon, ring gasket tidak dapat dilepas tanpa bantuan alat, elektroda memiliki tingkat kerapian dan presisi tinggi.

Sebaliknya, untuk busi palsu, logo busi berbahan sticker dan mudah terkelupas, biasanya meta shell tanpa kode produksi pada hexagon, ring gasket juga mudah dilepas dengan putaran tangan, elektroda bentuknya tidak rapi dan presisi.

Sedangkan pada busi asli, part number tercetak rapi dan teratur, sedangkan busi palsu tulisannya hitam, tebal dan posisinya tidak rapi.

Selain itu bisa dilihat dari terminal nut-nya. Kalau ulir pada busi asli itu lebih halus dan rapi. Kalau yang palsu akan terlihat kasar dan tidak rapi.

Dampak Buruk Busi Palsu

Berbicara dampak buruknya, tentu sangat jauh berbeda dengan busi asli. Busi palsu dapat menimbulkan beberapa risiko, seperti pembakaran tidak sempurna sehingga tenaga menurun, susah starter, dan efisiensi bahan bakar berkurang.

Selain itu, busi mengalami overheat, dengan tanta elektroda meleleh dan merusak ruang bakar dan piston, serta frekuensi pergantian busi semakin sering.

“Bahan yang dipakai sama busi palsu bukan bahan logam yang bisa habis terbakar pada suhu ruang bakar,” ujarnya.

Busi KW atau palsu tidak menghasilkan pengapian yang sempurna di lingkungan ruang bakar, dan menimbulkan residu akibat lelehan materialnya, serta bisa bikin pager. Apa itu bahan pager?.

“Nah lelehan material yang tidak habis terbakar ini bisa bikin surface ignition istilahnya. Surface ignition ini kondisi dimana muncul spot api baru yang timbuk akibat bara material yang masih menyala di ruang bakar sebelum busi itu sendiri percikin listriknya untuk nimbulin api,” jelasnya.

Kemasan

Selain dari penjelasan di atas, untuk mengetahi busi palsu bisa diidentifikasi secara fisik maupun dari kemasan. Tipe busi nikel menurut dia lebih banyak dipalsukan lantaran populasinya cukup besar.

Namun kini tipe busi laser imitasi juga banyak ditemui di pasaran. Ironisnya tipe busi laser yang dipalsukan sulit dibedakan dengan aslinya oleh konsumen lantaran secara fisik nyarip mirip.

Mengantisipasinya, selain melakukan edukasi ke konsumen, NGK juga melakukan penyempurnaan kemasan dan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui peredaran busi palsu.

“Untungnya yang kelas nikel ini bungkusnya masih bisa diidentifikasi. Dia (busi palsu) pakai motif bungkus tahun 2013 ke bawah. Makanya kita ganti motif bungkusannya,” ujarnya.

Busi palsu yang mudah diidentifikasi secara fisik menurut Diko biasanya berasal dari industri rumahan. Sedangkan busi imitasi yang sulit dibedakan secara fisik biasanya berasal dari industri yang lebih mapan.

“Ini biasanya kelas pemalsu ecek-ecek. Bisa diidentifikasi dari fisik. Kita sudah banyak melayani tipe busi palsu, dari KW sampai busi palsu yang susah dibedakan secara fisik. Penyebarannya semua bermula dari negara yang terkenal dengan produk home industrinya ya,” pungkasnya.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Liputan6.Com

Komentar