oleh

Perlu Diketahui, Usia Wiper Mobil yang Harus Diganti

PortalMadura.Com – Tak dapat dipungkiri bila berkendara di tengah cuaca yang buruk dapat mengganggu jarak pandang. Tentu hal tersebut sangat berbahaya, karena mampu menyebabkan kecelakaan. Oleh sebab itu, jarak pandang merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam berkendara.

Kaca depan yang bersih dan kondisi wiper yang prima merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan agar mendapatkan jarak pandang yang baik saat kondisi cuaca sedang buruk. Kondisi wiper yang prima sebagai komponen wajib pembersih kaca.

Namun, yang seringkali terlupakan oleh pengendara adalah umur wiper. Padahal, hal ini seharusnya lebih diperhatikan karena batas umur wiper sangat memengaruhi jarak pandang saat berkendara dalam cuaca hujan.

Seharusnya para pemilik mobil mengganti karet wiper secara rutin, maksimal 1 tahun pemakaian.

“Untuk penggantian karet wiper seharusnya itu memang enggak ada batas pasti untuk umur, tergantung pemakaian. Tapi maksimal itu diganti satu tahun pemakaian,” kata pemilik Orange Garage, Octa Bond

Octa mengatakan bahwa karet wiper jika sudah berumur lebih dari satu tahun, biasanya sudah tidak terlalu maksimal dalam membersihkan air. Terlebih jika karet sudah mengeras, hal ini dapat membuat kaca menjadi baret, sehingga mengganggu penglihatan pengemudi ketika memacu kendaraan saat cuaca buruk.

Menurutnya, wiper mobil juga harus diperiksa secara rutin oleh pemilik mobil. Harus dilihat apakah masih bisa bekerja maksimal, karena cuaca buruk bisa secara tiba-tiba datang.

Karena itu, Jangan lupa untuk selalu periksa kendaraan Anda demi mendapatkan perjalanan yang menyenangkan dan keselamatan selama mengendara. Semoga Bermanfaat. (viva.co.id/Nanik)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE