oleh

Pernyataan Keberpihakan Petinggi Cyrus Network, LSI, SRMC Menjawab Keraguan Masyarakat

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, perbedaan hasil quick count pilpres 2014 hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak masyarakat pendukung kedua kubu capres merasa yakin jika hasil quick count yang memenangkan calonnya adalah benar. Dilain pihak justru masyarakat mulai mempertanyakan alasan dari perbedaan serta meragukan kredibilitasnya.

Menurut Jajat, Keraguan masyarakat akan hasil quick count beberapa lembaga survei pada pemilihan presiden kali ini mungkin bukan tanpa alasan, hal ini dilihat dari percakapan media social twitter dari para petinggi lembaga survei yang memang secara terang-terangan telah menyatakan dukungan kepada salah satu kubu capres.

Hasan Batupahat Direktur Cyrus Network lewat akun twitternya pada 7/4/14, 8:37 @datukrajoangek #AkhirnyaMilihJokowi saya milih jokowi ya gara2 mahfud MD sembarangan ngemeng. Klo udah kena getah, mending makan nangka sekalian.

iklan hari santri

Denny JA Direktur LSI lewat akun twitternya pada 7/3/14, 14:00 @DennyJA_WORLD Cukup menebarkan ini, sahabat sudah memenangkan Jokowi-JK: 5  kontrak politik dgn Rakyat. Ow.ly/yJclr

Saiful mujani Direktur SRMC lewat akun twitternya pada 7/9/14, 9:24 @saiful_mujani Alhamdulilah. Baru nyoblos ber 2 sama bojo u nomor 2. Insyaallah.

Jajat lanjut menjelaskan,”Sebaiknya masyarakat lebih waspada dan tidak terpancing dengan upaya pengiringan opini negatif melalui hasil quick count yang berbeda. Pasalnya, jika opini tersebut terus-terusan di gembar-gemborkan akan memicu ketidak percayaan masyarakat terhadap KPU yang merupakan pihak penyelengara resmi pemilihan umum.” kata Jajat dalam rilisnya yang diterima Redaksi PortalMadura.Com, Jumat (11/7/2014).

“Perbedaan prediksi merupakan hasil yang wajar, pasalnya tidak semua lembaga survei menggunakan metode yang sama dalam melakukan penelitiannya Namun, masyarakat harus ingat pada akhirnya keputusan dari KPU lah merupakan keputusan yang sah, sekalipun nanti ditemukan ada hal yang janggal dapat di tempuh melalui proses hukum yang berlaku.” Tutup Jajat.(rls/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.