Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur Lampaui Pertumbuhan Nasional

  • Bagikan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia timur lampaui pertumbuhan nasional
Ilustrasi: Jalan trans Papua yang sedang dibangun pemerintah Indonesia. (Foto Kementerian PUPR - Anadolu Agency)

PortalMadura.Com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan pertumbuhan ekonomi pada wilayah Indonesia timur melampaui pertumbuhan ekonomi secara Nasional, meskipun kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional belum besar.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan pertumbuhan ekonomi Tahun 2018 pada wilayah Maluku dan Papua sebesar 6,99 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan Nasional hanya 2,47 persen.

Kemudian pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi juga mencapai 6,65 persen dengan kontribusi 6,22 persen pada perekonomian Nasional.

Sementara pertumbuhan pada wilayah Bali dan Nusa Tenggara tidak terlalu besar karena NTB pada Tahun ini dilanda gempa bumi. Pertumbuhan pada wilayah tersebut hanya 2,68 persen dengan kontribusi terhadap pertumbuhan Nasional sebesar 3,05 persen.

Suhariyanto menambahkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa pada 2018 sebesar 5,72 persen, namun berkontribusi hingga 58,48 persen pada pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Jawa masih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Nasional dengan kontribusi terbesar,” ungkap Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya dia mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan sebesar 3,91 persen dengan kontribusi terhadap ekonomi Nasional mencapai 8,2 persen.

Suhariyanto menambahkan Sumatera menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar kedua pada pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 21,58 persen. Wilayah ini mengalami pertumbuhan ekonomi pada 2018 sebesar 4,54 persen.

“Dengan pembangunan berbagai infrastruktur di wilayah timur, pergerakan barang dan jasa lebih lancar,” jelas dia.

Suhariyanto menambahkan dengan begitu maka harga komoditas akan lebih terjangkau dan dapat menggerakkan pusat-pusat produksi di wilayah timur. dilaporkan Anadolu Agency, Rabu (6/2/2019).

“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkualitas pada sektor yang banyak menyerap tenaga kerja, dampaknya pada penurunan kemiskinan bisa terjaga,” ungkap Suhariyanto.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.