oleh

Pesan Kakek Pemilik Lahan Asta Partelon Sergang Bikin Merinding

PortalMadura.Com, Sumenep – Keberadaan Asta Partelon Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah diketahui warga setempat secara turun-temurun.

Pemilik lahan Asta Partelon Sergang, H. Ihksan (65) menjelaskan, kakeknya sendiri, bernama Anggur dengan julukan Ki Sambi [kesambi] yang meninggal pada usia 105 tahun sempat berpesan, bahwa di lahan yang dekat dengan simpang tiga perlu dijaga dan dirawat dengan baik, karena ada Asta (makam).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Senga’ rabet. Edissa’ senget ben berrit. Bede Astana,” kata H. Ihksan dengan menggunakan bahasa Madura, Selasa (7/9/2021).

Pesan tersebut tersirat sebuah tempat yang angker. Dan terdapat Asta yang perlu dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Sayangnya, kakek H. Ihksan tidak menceritakan siapa sebenarnya yang ada di komplek pemakaman atau Asta Partelon Sergang tersebut.

Bapak H. Ihksan, yakni Pak Bakar (alm) melakukan hal yang sama dimasa hidupnya. Meski tidak tahu dari keluarga siapa makam tersebut, perawatan dan selamatan setiap tahun dilakukan dengan rutin.

H. Ihksan sangat memerhatikan pesan kakeknya itu. Setiap tahun pun menggelar selamatan dan doa bersama di lingkungan keluarga. “Selamatan itu dilaksanakan setelah lebaran bulan Ramadan,” terangnya.

Bahkan, perawatan sederhana pada sebagian kecil tembok pembatas Asta Partelon Sergang juga dilakukan. “Setelah diperbaiki rusak lagi. Bisa dua sampai tiga kali dalam setahun rusak,” ucapnya.

Kerusakan terjadi pada susunan batu kumbung di bagian tembok. Keluarga H. Ihksan menata kembali batu-batu kumbung berukuran besar tersebut. “Kalau batunya tetap, tidak diganti. Itu batu aslinya semua,” tegasnya.

Baca Juga : Asta Partelon Sergang Dipastikan Ada Sebelum Zamannya Bindara Saod

Sebelumnya, Kepala Desa Sergang, Moh. Duki, Jumat (3/9/2021) menjelaskan, pada batu nisan maupun tembok pembatas tidak ada tanda berupa angka atau huruf yang menunjukkan identitas atau tahun.

Pemilik lahan dan warga sekitar, kata dia, sudah tahu secara turun-temurun. Hanya saja belum terurus dengan baik. “Dan kondisi batu nisan dan lainnya tetap tidak ada perubahan sedikit pun sejak dulu,” katanya.

Warga setempat menyebut ‘Asta’ dan tidak ada penyebutan nama lain (nama orang). Lokasinya dekat dengan simpang tiga Desa Sergang (Asta Partelon/ Asta simpang tiga).

Duki sapaan akrab Moh. Duki bersama perangkat desa setempat baru merasa terketuk untuk memasang listrik saat ada warga yang datang untuk ziarah.

“Melalui musyawarah bersama warga dan perangkat desa, disepakati untuk dibersihkan serta pengadaan air dan listrik. Alhamdulillah, listrik dan air sudah ada,” ujarnya.

Pembersihan lokasi asta sudah berlangsung 20 hari. Warga sekitar kompak bergotong-royong. Dan masyarakat yang akan berziarah juga mulai ramai.

Rencana pemerintahan Desa Sergang akan melengkapi fasilitas untuk kebutuhan pengunjung. Salah satunya, pembangun musala dan MCK.

“Musala dan MCK sudah siap untuk dibangun,” ujarnya.

Pihaknya berharap, bagi pengunjung atau yang hendak melakukan ziarah agar tidak melakukan hal-hal yang negatif atau perbuatan menyimpang.

“Silakan ziarah, jaga kesopanan dan tidak dipungut biaya apapun,” tandasnya.(*)

Tonton Juga Video PortalMaduraTV

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar