oleh

Petani asal Kokop Sulit Dapat Pupuk, Mahasiswa Datangi Dispertahortbun Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Persatuan mahasiswa Kokop mendatangi kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (5/11/2020).

Mereka memprotes dan mempertanyakan stok pupuk yang sulit didapat oleh warga petani setempat. “Kami sangat kecewa terhadap kinerja Dinas Pertanian,” Kata Ketua Persatuan Mahasiswa Kokop, Bangkalan, Samsul Hadi.

Dengan terbatasnya pupuk dan kuota kebutuhan petani tidak terpenuhi menjadi persoalan tersendiri bagi petani di awal musim tanam ini. “Saat ini, masa bercocok tanam, para patani sangat mengharapkan ketersediaan pupuk untuk memberikan nutrisi terhadap tanamannya,” ujarnya.

Pihaknya mendesak Dispertahortbun Bangkalan agar menyelesaikan persoalan sulitnya petani mendapatkan pupuk tersebut. “Sampai saat ini, masyarakat benar-benar resah dengan terbatasnya pupuk,” ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa juga mempersoalkan jumlah kios yang hanya ada empat, sehingga sulit dijangkau oleh petani. “Empat kios pupuk diakses oleh tiga belas desa. Itu di rasa kurang dan harus ditambah,” katanya.

Sementara, Kepala Dispertahortbun Kabupaten Bangkalan, Puguh Santoso menyebutkan, distributor pupuk di Kabupaten Bangkalan ada Enam. “Idealnya, distributor pupuk sudah cukup. Selama ini tidak pernah kewalahan saat melayani semua kebutuhan di kecamatan,” terangnya.

“Untuk kios pupuk, jumlah pastinya saya tidak tau. Yang jelas lebih dari 100 kios,” sebutnya.

Ia menjelaskan, warga yang ingin mendaftarkan diri membangun Kios pupuk, bukan kewenangan pemerintah melainkan kewanangan distributor. “Kemudian dilanjutkan ke petro kimia Gresik,” jelasnya.

Jumlah kios yang hanya ada empat di wilayah Kokop adalah kewenangan pihak distributor pupuk. “Ideal atau tidak, itu tergantung distributor,” dalihnya.(*)

Penulis : M. Saed
Editor : Oktaviana Dwi K.K

Komentar