oleh

Petir Adalah Malaikat Allah, Benarkah?

PortalMadura.Com – Saat musim hujan, Anda pasti melihat petir yang menyambar. Sebelum terdengar bunyi yang menggelegar, biasanya terlebih dahulu ditandai dengan munculnya kilatan cahaya.

Secara ilmiah, ini merupakan salah satu gejala alam yang wajar terjadi saat musim tersebut. Namun menurut pandangan Islam, petir dianggap sebagai malaikat Allah, benarkah itu?. Untuk lebih jelasnya, mari simak uraian berikut ini;

Dalam Islam, petir disebut juga dengan ar-ra’du, ash-showa’iq, dan al-barq. Ash-showa’iq dan al-barq adalah istilah untuk kilatan petir, yaitu cahaya yang muncul beberapa saat sebelum adanya suara petir. Sedangakan ar-ra’du adalah istilah untuk suara petir atau geledek.

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan, “Bahwasanya orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah. Mereka berkata, “Wahai Abul Qosim (yakni Nabi Muhammad), kabarkan kepada kami apa itu ar-ro’du (petir)?.

“Petir adalah malaikat dari malaikat-malaikat Allah yang ditugasi (mengurus) awan. Bersamanya ada alat (cambuk) dari api untuk menggiring awan ke tempat yang Allah kehendaki”.

Orang Yahudi itu bertanya lagi, “Lalu suara apa yang kita dengar (dari petir) ini?” Beliau menjawab, “Bentakan malaikat ketika menggiring awan, jika ia membentaknya, sampai berhenti ke tempat yang diperintahkan kepadanya” (HR. Tirmidzi no.3117).

Petir juga dimaknai sebagai bentuk tasbih dari para malaikat penjaga langit. Sebagaimana disebut dalam Al-Quran, “Dan guruh bertasbih memuji-Nya (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya” (QS ar-Ra’d:13).

Suara petir yang menggelegar terkadang membuat seseorang merasa ketakutan, Islam pun mengatur persoalan ini dan menganjurkan Anda untuk berdoa ketika mendengar suara petir. Adapun doanya sebagai berikut.

Subhanalladzi sabbahat lahu”. Yang artinya: Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya.

Selain itu ada juga, “Subhanalladzi yusabbihur ro’du bi hamdihi wal mala-ikatu min khiifatih”. Artinya: Maha suci Allah yang petir dan para malaikat bertasbih dengan memuji-Nya karena rasa takut kepada-Nya). Wallahu A’lam (ummi-online.com/Putri)


Komentar