oleh

Polair Polda Jatim Gagalkan Kiriman Satu Kontainer Tembaga Ilegal

Surabaya – Jajaran Polair Polda Jatim Selasa (8/4) siang berhasil menggagalkan pengirimina Satu kontainer batu tembaga ilegal ukuran 20 feet. Awal diketahuinya pengiriman batu tembaga tersebut setelah pihak Polda Jatim mencurigai Kontainer yang sengaja dititipkan ke sebuah depo di Jalan Kalianak 55QQ Surabaya.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jatim AKBP Bambang Tjahyo Bawono, mengatakan “Pengiriman ini ilegal. Saat petugas mengetahui dan melakukan patroli, setelah dicek, ternyata dokumen dan barang yang dikirim tidak sesuai,” Ungkap Bambang.

”Pengiriman satu kontainer berukuran 20 feet batu tembaga ilegal dikirim dari Nusa Tenggara Timur (NTT) menuju Surabaya,” lanjut Bambang.

Kabidkum Ditpolair Polda Jatim, AKBP Nyoman Budiarja mengatakan Penyelundupan batu tembaga dari Atambua, NTT ke Surabaya oleh PT Pranata Bumi Permai menggunakan dokumen kadaluarsa ternyata sudah dilakukan dua kali. Tapi, baru pada aksi kedua terungkap. Artinya, penyelundupan pertama berhasil lolos. Jumlah barangnya sama, satu kontainer berisi batu tembaga. Selasa (8/4).

Dalam penyelidikan terungkap bahwa sudah dua kali melakukan pengiriman batu tembaga dari NTT ke Surabaya,” Lanjut Nyoman.

Diketahui, batu tembaga ini dikirim ke Surabaya, diolah lagi untuk diambil tembaganya. Bukan dikirim ke perusahaan seperti pada dokumen pengirimannya, hanya ke perorangan. Satu kontainer batu tembaga biasa dihargai Rp 30 juta.

“Pengiriman pertama dan kedua harganya hampir sama, kisaran Rp 30 juta,” imbuh Nyoman.
Selain dua kali pengiriman ilegal, diketahui pula bahwa dokumen izin yang digunakan perusahaan ini adalah dokumen izin eksplorasi, belum eksploitasi.

“Terkait perizinan dan sebagainya, dalam perkara ini juga ada kerugian negara. Hal ini juga yang sedang didalami penyidik,” sambungnya.(deliknews/Deny)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.