Polisi Kembali Tangkap 6 Terduga Teroris Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar

Avatar of PortalMadura.com
Polisi-Kembali-Tangkap-6-TerdugaTeroris-Pasca-Bom-Bunuh-Diri-di-Makassar
Ilustrasi: Polisi berjaga di depan Gereja Katedral Makassar setelah serangan bom bunuh diri di Makassar, provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia pada 28 Maret 2021. Menurut laporan petugas keamanan, sedikitnya 1 orang tewas dan 14 orang tewas. lainnya terluka dalam serangan bom itu. (Zul Kifli - Anadolu Agency)

PortalMadura.Com – Kepolisian Indonesia menangkap enam terduga teroris pada Selasa kemarin, pasca-ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Terduga teroris berinisial J, MS, S alias AL, W, dan S ditangkap di wilayah sekitar Makassar, sementara terduga berinisial D diringkus di Gowa.

“Ini merupakan kelompok Villa Mutiara di Makassar,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Rusdi Hartono dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/4/2021).

Adapun Villa Mutiara merupakan sebuah tempat yang menjadi tempat kajian bagi anggota dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Rusdi menuturkan, keenam orang tersebut membuat grup di aplikasi pesan singkat WhatsApp yang diberi nama “Batalion Iman”.

Dalam grup tersebut, menurut polisi, keenam orang itu membicarakan tentang rencana aksi amaliyah mereka selanjutnya.

Baca Juga:  Pelaksana UKW Harus Penuhi Ketentuan Dewan Pers

“Dalam grup WhatsApp tersebut mereka juga mempraktikkan bagaimana membuat atau merakit bahan peledak,” ucap Rusdi.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sebuah senapan angin yang digunakan mereka untuk latihan, tujuh telepon genggam, serta sebuah motor.

Aparat kepolisian masih terus mengembangkan kasus dari kelompok Villa Mutiara tersebut.

Sebelumnya diberitakan, ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar pada 28 Maret 2021 sekitar pukul 10.20 WITA, mengakibatkan 20 korban luka.

Dua orang pelaku, yang merupakan pasangan suami istri dari kelompok JAD, tewas akibat bom tersebut.

Diketahui kelompok ini juga berkaitan dengan aksi bom di Jolo, Filipina pada 2018 lalu.

Berdasarkan data hingga 1 April 2021, polisi telah menangkap 23 terduga teroris setelah aksi bom bunuh diri tersebut.

Baca Juga:  Pelaksana UKW Harus Penuhi Ketentuan Dewan Pers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.