oleh

PPP jadi Primadona Pemilihan Wagub DKI Jakarta

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan pertarungan kekuatan parlemen KMP dan KIH akan kembali terjadi dalam perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, KMP yang dimotori Gerindra serta KIH yang dimotori PDIP merupakan partai yang sama-sama pengusung pemenang pemilihan Gubernur DKI Jakarta.

“Perseteruan KMP dan KIH dalam perebutan kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kali ini akan ditentukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sikap politik PPP yang tidak menentu menjadikannya primadona, sehingga kemanapun PPP berlabuh koalisi yang di dukungnya sudah dapat dipastikan akan menjadi pemenang”, tutur Jajat dalam rilisnya yang diterima Redaksi PortalMadura.com, Selasa (14/10/2014).

iklan hari santri

Menurut Jajat, jika mengacu pada UU Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah dalam pasal 35 ayat 2 disebutkan apabila terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah yang sisa masa jabatannya lebih dari 18 bulan, kepala daerah mengusulkan dua orang calon wakil kepala daerah untuk dipilih oleh Rapat Paripurna DPRD berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Dalam hal ini tidak ada alasan bagi Ahok untuk menolak siapapun calon yang akan diusulkan partai maupun gabungan partai pengusungnya saat pemilihan Gubernur yang lalu, dan yang menjadi penentu calon terpilih adalah mayoritas suara DPRD bukan Ahok”, tegas Jajat.

“Jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan ditentukan oleh DPRD merupakan pertarungan kesekian kali KMP dan KIH, kita lihat apakah kali ini KIH bisa menang dari KMP atau sebaliknya akan kembali mengalami kekalahan lagi, semua itu tergantung bagaimana lobi politik KIH dan KMP terhadap sang primadona (PPP)”, tutup Jajat.(rls/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.