oleh

Rapat Pleno Penetapan DPT Pileg 2014, Panwaslu vs KPU Sampang Tegang

SAMPANG (PortlMadura) – Perdebatan Alot antara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) mewarnai Rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT Pemilu Legislatif 2014 di kantor KPUD Sampang, Jawa Timur, Jum’at (1/11/2013). Hal tersebut karena, KPU belum mencoret data fiktif hasil pengawasan Panwaslu.

Achmad Ripto, Ketua Panwaslu Kabupaten Sampang mengatakan, panwas telah menemukan sekitar 134 data fiktif dengan berbagai macam alasan, seperti pemilih yang aktif dalam TNI/Polri, mempunyai nomor induk kependudukan (NIK) ganda, serta meninggal dunia.

“Yang kami temukan sekitar 134 yang fiktif, ada yang masih aktif di TNI/Polri, hak suara ganda, dan meninggal dunia,” terangnya.

Selain itu, kata Ripto, Panwas akan berusaha menambahkan 97 hak pilih yang sampai saat ini belum masuk dalam DPT.

“Ada 97 data yang belum tercover dalam DPT Kecamatan Tambelangan, meski tidak akan ditindaklanjuti oleh KPU, kami akan tetap berusaha,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPUD setempat, Miftahur Rozaq menjelaskan, KPU bukan tidak mau mengakomodir temuan dari Panwaslu yang harus difaktualkan tersebut, Recovery waktu yang membuat KPU cukup kesulitan untuk kroscek ulang.

“Bukannya tidak mau, tetapi keterbatasan waktu yang membuat kami kesulitan. Karena pihak KPU berharap rekomendasi itu diserahkan Kamis (31/10/2013). Namun baru disampaikan saat rapat pleno hari ini,” tandasnya.(lora/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE