oleh

Rekonstruksi Palu, Pembangunan Huntara Rampung 95 Persen

PortalMadura.Com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan 95 persen pembangunan hunian sementara untuk penyintas gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Kabupaten Donggala serta Sigi, Sulawesi Tengah, telah rampung.

Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulawesi Tengah Arie Setiadi Moerwanto mengatakan secara bertahap Masyarakat pindah dari tenda ke hunian sementara.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Pembangunan hunian sementara seluruhnya ditargetkan rampung pada 24 April 2019,” ujar Arie, Selasa, dalam keterangannya.

Arie mengatakan dari target pembangunan 699 unit hunian sementara di 72 lokasi, hingga awal April ini telah rampung 629 unit di 69 lokasi.

Rinciannya, lanjut Arie, 281 unit di Kota Palu, 153 unit di Donggala dan 195 unit di Sigi.

Hunian sementara di Kota Palu, tambah Arie, sudah terhuni 185 unit, di Donggala 85 unit dan di Sigi 83 unit.

Hunian sementara itu, ujar Arie, lengkap dengan dapur umum, kamar mandi dan WC umum.

Sedang untuk memenuhi kebutuhan air bersih, kata Arie, Pemerintah memasang sumur bor dengan solar cell di sejumlah titik, yaitu di Petobo Utara dengan kapasitas 6 liter per detik, di Petobo Selatan dengan kapasitas 10 liter per detik dan Mpanu dengan kapasitas 9 liter per detik.

Gubernur Sulawesi Tengah juga telah meneken Surat Keputusan penetapan lokasi hunian tetap, yaitu di Kota Palu seluas 360,93 hektare, meliputi 481,63 hektare di Kelurahan Talise, 41,65 hektare di Kelurahan Duyu, dan 362 hektare di Kelurahan Pombewe. dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (9/4/2019).

Arie mengatakan jika hunian tetap itu diperuntukkan bagi warga yang rumahnya berada di jalur patahan Sesar Palukoro.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar