oleh

Rekrutmen Penyuluh Agama Pamekasan Diduga Setor Uang Hingga Rp 10 Juta

PortalMadura.Com, Pamekasan – Sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Solidaritas Penyuluh Agama Honorer Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengadukan adanya dugaan permainan dalam proses rekrutmen penyuluh agama ke DPRD setempat, Rabu (18/12/2019).

Dalam rekrutmen penyuluh agama tahun 2019, terdapat beberapa kejanggalan. Salah satunya adalah lolosnya peserta di Kecamatan Proppo yang tidak mengikuti tes tulis, molornya jadwal pelulusan dan bahkan ada yang harus membayar uang hingga Rp 10 juta agar lolos dalam rekrutmen tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Muhammad Sahur mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dugaan permainan rekrutmen tersebut. Sebab, berdasarkan keterangan penyuluh, proses rekrutmen tidak transparan dan cenderung ada kecurangan.

“Berdasarkan keterangan kepada kami, proses rekrutmennya tidak transparan. Misalnya ada salah satu peserta yang lolos tanpa ikut tes. Bahkan ada yang sampai menyetor uang Rp 10 juta, kalau memang benar ini sangat ironis,” ungkapnya.

Baca Juga: CPNS 2019 Lulus Administrasi, Tes Tunggu Tahun Depan!

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, terdapat perbedaan persyaratan dengan kabupaten lain di Madura khusus penyuluh agama yang telah mengabdi lebih dari tiga tahun. Di mana, di kabupaten lain ada nilai plus bagi penyuluh lama, sementara di Kabupaten Pamekasan tidak ada.

“Ada beberapa ketidaksamaan dengan kabupaten lain di Madura, orang yang mengabdi lebih dari 3 tahun seharusnya memiliki nilai lebih, tetapi tidak ada. Ini diduga untuk memuluskan proses rekrutmen yang tidak sesuai prosedural,” tegasnya.

Sahur berjanji akan melakukan koordinasi dengan Kemenag Pamekasan untuk memastikan kebenaran dugaan permainan tersebut. Karena hal itu akan menjadi preseden buruk bagi institusi keagamaan apabila dugaan itu benar.

“Kita akan dalami dan koordinasi dengan Kemenag, jika ditemukan kita minta untuk diulang rekrutmen penyuluh ini. Secepatnya kita harus ketemu, bagaimana pun Kemenag harus memberi contoh, jangan sampai terjadi hal begitu,” pungkasnya.

Penulis: Marzukiy
Editor: Desy Wulandari

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 komentar