oleh

Rencana Madura Jadi Propinsi, Ini Jawaban Mendagri dan Kapolri

PortalMadura.Com, Bangkalan – Rencana Madura menjadi propinsi belum diamini oleh para pejabat tinggi negara yang hadir dalam acara musyawarah besar ke 4 masyarakat Madura se Indonesia yang ditempatkan di Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (15/7/2015).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, untuk membangun Madura tidak harus membentuk propinsi. Optimalkan potensi yang ada, jika perlu beberapa dinas propinsi bangun di wilayah Madura.

“Misalnya, pelebaran dan perluasan Tanjung Perak buatlah di Madura,” kata Cahyo Kumolo, kepada sejumlah wartawan, di gedung Cakra UTM Bangkalan.

Hal senada juga disampaikan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, mensejehterakan masyarakat Madura tidak perlu membentuk propinsi, karena masih perlu kajian mendalam.

“Jangan hanya untuk bagi-bagi jabatan, tetapi apa yang bisa diberdayakan dari Madura ini yang harus di maksimalkan,” tegasnya.

Kesejehteraan masyarat, sambungnya, tergantung dari program pemerintah daerah itu sendiri.

Sementara, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf mengungkapkan, keinginan atau cita-cita masyarakat Madura untuk menjadikan Propinsi Madura adalah hal yang wajar dan tidak ada masalah.

“Yang harus diperhatikan adalah fokus terhadap sumber daya manusianya (SDM). Dan SDM itu ada dua yaitu, pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Lalu, pada infrastruktur, sambungnya, dan yang utama bagaimana mengintegrasikan itu semua dan biarkanlah mengalir.

“Pemekaran itu, butuh kajian yang matang, terutama untung dan ruginya,” pungkasnya.(atc/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar